Anggun C. Sasmi Sedih Sering Dikritik Orang Indonesia

Anggun Cipta Sasmi (Instagram @anggun_cipta)Anggun Cipta Sasmi (Instagram/@anggun_cipta)

Anggun Cipta Sasmi mengaku sedih sering dikritik orang Indonesia.

Harianjogja.com, SOLO โ€“ Anggun Cipta Sasmi merupakan penyanyi kelahiran Indonesia yang sukses berkarier di luar negeri. Sayangnya, wanita berusia 43 tahun itu kini telah mengubah status kewarganegaraannya. Sejak tahun 2000, dia memutuskan menjadi warga negara Prancis.

Meski telah belasan tahun berlalu, keputusan Anggun mengubah status kewarganegaraan itu terus menjadi polemik. Masih ada saja warganet yang menyayangkan keputusan Anggun. Padahal, Anggun memiliki alasan kuat di balik keputusannya yang mengejutkan itu.

Anggun terpaksa mengganti status kewarganegaraan akibat birokrasi pemetrintah Indonesia yang dirasa menyulitkan. Dia kecewa karena kesuksesannya tidak dibantu oleh orang Indonesia. Malahan, banyak orang Indonesia yang mengkritiknya. Dia bahkan dianggap sebagai orang yang melupakan Tanah Air. Padahal, semua kejadian ini sama sekali tidak diinginkannya.

Pelantun tembang Mimpi itu heran dengan pola pikir masyarakat Indonesia yang lebih senang mengkritik. Padahal, banyak orang di negara lain yang memuji karyanya. “Aku dihujat karena sudah tidak tinggal di Indonesia lagi. Sudah tidak punya paspor Indonesia. Padahal, itu sama sekali bukan kemauan aku. Mereka yang enggak kenal aku terus mengkritik. Dan yang selalu mengkritik orang Indonesia. Orang Italia dan Amerika memuji. Jadi, aku selalu dikritik sama orang Indonesia,” ungkap Anggun dalam kutipan wawancara bersama majalah Playboy yang viral di media sosial seperti diunggah akun gosip Instagram @lamiscorner, Jumat (12/1/2018).

Curhat Anggun yang sering dikritik orang Indonesia (Instagram @lamiscorner)

Curhat Anggun yang sering dikritik orang Indonesia (Instagram @lamiscorner)

Curahan hati Anggun itu kemudian menuai beragam komentar netizen. Ada yang prihatin, namun tak sedikit pula yang mencibir. Kendati demikian, mereka tetap memberikan dukungan dan doa terbaik bagi Anggun yang kini sukses berkarier di jagat hiburan dunia.

“Tetap semangat dan berkarya mbak. Nasionalisme itu ada di hati. Bukan di paspor. Pokoknya enggak lupa dengan Indonesia,” komentar @octaaldy.

“Anggun memang aset Indonesia. Tapi mungkin kurang dirawat dan dihargai oleh pemerintah. Makanya dia mencari jalan sendiri, dengan cara pindah kewarganegaraan. Aku tidak mempermasalahkan itu. Apapun kewarganegaraan Anggun, dia punya kemampuan menyanyi yang keren,” imbuh @exmammoth.

“Suka sama Mbak Anggun sejak dulu. Apapun keputusannya harus diparesiasi. Bukan tanpa sebab Mbak Anggun pindah kewarganegaraan. Apapun statusnya, Mbak Anggun tetap asli Indonesia,” timpal @sevda_ann.

Dikutip dari Wikipedia, Anggun hijrah ke Eropa untuk mewujudkan impiannya menjadi penyanyi dunia sejak 1994 silam. Bersama suaminya yang berkebangsaan Prancis, Michael Georgea, dia menetap di London, Inggris selama setahun. Sayang, dia kurang beruntung di Inggris dan memutuskan kembali ke Prancis.

Karier Anggun menanjak setelah bertemu dengan seorang produser top di Prancis, Erick Benzi. Suara merdu Anggun berhasil memikat Erick Benzi yang akhirnya bersedia membuatkan album untuknya. Seiring berjalannya waktu, Anggun bergabung dengan perusahaan rekaman top di Prancis, Columbia Records. Selain itu, dia juga mendapat kontrak rekaman dengan Sony Music International. Akhirnya, pada 24 Juni 1997, Anggun sukses merilis album berbahasa Prancis pertamanya. Anggun menggebrak pasar musik internasional dengan meluncurkan versi bahasa Inggris dari album pertamanya yang diberi judul Snow on the Sahara di 33 negara di Asia, Eropa, dan Amerika.

Editor: | dalam: Issue |
Menarik Juga ยป