Donald Trump Kembali Berulah Sebut Negara di Afrika Gembel

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (JIBI/Reuters/Yuri Gripas)Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (JIBI/Reuters/Yuri Gripas)

Donald Trump dikecam akibat menyebut beberapa negara Afrika gembel.

Harianjogja.com, SOLO – Organisasi yang mewakili negara-negara Afrika (Uni Afrika) meminta Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta maaf. Pasalnya, Donald Trump dilaporkan telah menyebut negara-negara di benua itu dengan sebutan tidak pantas.

Donald Trump dikabarkan menyebut negara Afrika berasal dari lubang dubur yang tidak berharga. Pernyataan ini dilontarkan saat dia menghadiri pertemuan dengan anggota senator imigrasi Amerika Serikat, Kamis (11/1/2018).

Saat itu, dia mempertanyakan mengapa warga dari negara gembel [Afrika] diizinkan masuk ke Amerika Serikat. Dia menilai Amerika Serikat membutuhkan imigran dari negara seperti Norwegia.

Pernyataan itu sontak memicu kemarahan dari negara bersangkutan. Pihak Uni Afrika yang ada di Amerika Serikat sangat terkejut dan kecewa mendengar pernyataan itu. Mereka mengatakan Pemerintahan Trump telah salah memahami Afrika.

“Kami sangat terkejut dan kecewa. Pernyataan ini justru mencemarkan nama baik Amerika Serikat yang selama ini dipuja. Kami harus berdialog dengan pemerintah Amerika Serikat dalam waktu dekat,” demikian pernyataan dari Uni Afrika seperti dilansir BBC, Sabtu (13/1/2018).

Selain Uni Afrika, pernyataan keras dari Donald Trump juga menuai kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka menilai ucapan Donald Trump sangat memalukan dan sudah kelewat batas.

Mereka bahkan menyebut Donald Trump sebagai orang yang rasis.

“Tidak ada kata lain yang bisa digunakan untuk menggambarkan sosok Donald Trump selain rasis. Anda tidak bisa menghina sebuah negara atau benua hanya karena penduduknya bukan orang kulit putih,” ujar juru bicara hak asasi manusia PBB, Rupert Colville, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, seperti dilansir The Guardian.

Pernyataan kontroversial dari Donald Trump itu dibenarkan oleh salah satu senator dari Partai Demokrat, Dick Durbin, yang hadir dalam pertemuan itu. Sebutan itu dipakai saat Donald Trump menanggapi laporan tentang banyaknya imigran dari negara-negara Afrika, mulai dari Haiti, El Savador, dan Honduras.

“Laporan yang beredar itu benar adanya. Dia [Donald Trump] menyebut negara-negara Afrika sebagai shitholes yang secara harfiah bermakna lubang dubur, berulang kali,” ungkap Dick Durbin.

Kendati demikian, laporan itu dibantah oleh Donald Trump. Dia menegaskan sama sekali tidak menghina warga Afrika. Dia mengakui  bahasa yang dipakai dalam pertemuan saat membahas undang-undang imigrasi memang keras. Dia juga meminta warganet tidak mengatakan hal buruk soal Haiti.

Sayangnya, sangkalan Donald Trump tidak dipercaya begitu saja oleh publik. Sebab, selama ini dia dikenal sering membuat sensasi yang membuat heboh.

Bahkan, kali ini pernyataannya itu membuat Presiden El Savador, Salvador Sanchez, naik darah. Dia menilai ucapan itu menyinggung perasaan seluruh rakyatnya. Dia bahkan telah memanggil diplomat Amerika Serikat di negaranya untuk memberikan penjelasan.

Editor: | dalam: Internasional |
Menarik Juga »