Keran Investasi di Menoreh Terbuka Lebar

Suasana pemandangan salah satu sisi perbukitan menoreh di Desa Banjaroya, beberapa waktu lalu. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)Suasana pemandangan salah satu sisi perbukitan menoreh di Desa Banjaroya, beberapa waktu lalu. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)

Pemerintah buka keran investasi.

Harianjogja.com, KULONPROGO–Pemerintah Kabupaten Kulonprogo membuka lebar keran investasi pariwisata di kawasan perbukitan menoreh. Apalagi langkah itu sudah didukung dengan adanya proyek bedah menoreh yang memperbaiki akses transportasi di wilayah setempat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo Agung Kurniawan mengatakan dengan adanya proyek bedah menoreh sepanjang total 63,6 Kilometer itu, maka sudah ada jalur yang menghubungkan New Yogyakarta International Airport dengan Kawasan Strategis Pembangunan Nasional (KSPN) Borobudur.

Alasan Pemkab membuka investasi di bidang pariwisata, karena di kawasan tersebut mulai dilakukan pengembangan Kawasan Sendangsono-Suroloyo, meliputi pengembangan Blok Kawasan Suroloyo, Blok Kawasan Sedangsono dan Blok Penghubung Suroloyo-Sendangsono. Selain itu pengembangan Blok Kawasan Suroloyo meliputi koridor penghubung antara Puncak Suroloyo dan Kebun Teh Nglingo. Di tiga pusat pengembangan Sendangsono-Suroloyo ini memiliki peluang besar untuk investasi rumah makan, homestay, atau wisata berbasis alam.

“Blok ini sebagai kawasan rekreasi, akan dibangun ruang parkir, jalur pedestrian, papan reklame, area suvenir dan makanan, shelter transportasi umum, gerbang dan landmark,” kata dia, Jumat (12/1/2018).

Sementara itu, pengembangan Blok Kawasan Sedangsono dilakukan dengan membangun koridor penghubung antara Puncak Suroloyo dan Embung Tonogoro. Selain itu, ada Gereja Promasan yang merupakan satu rangkaian wisata dengan Sendangsono. Blok ini akan menjadi kawasan rekreasi dengan tema kawasan religi dan arsitektural. Sama seperti Blok Kawasan Suroloyo, di sini juga akan dibangun ruang parkir, jalur pedestrian, papan reklame, area souvenir dan makanan, shelter transportasi umum.

“Pengembangan Blok Penghubung Suroloyo-Sendangsono meliputi koridor penghubung antara Blok Suroloyo dan Blok Sendangsono. Kalau jalur shuttle akan mencakup kedua kawasan Suroloyo-Sendangson, titiknya ada di Pasar Bendo, Embung Banjaroya, Gua Maria Sendangsono, Puncak Suroloyo, dan Kebun Teh Nglinggo,” tambahnya.

Salah satu pengelola tanaman bunga krisan Samigaluh, Suharso mengatakan, saat ini masyarakat di Desa Gerbosari mengembangkan kawasan bunga krisan seluas 1,2 hektare di tanah kas desa. Pengembangan dilakukan mengingat Gerbosari juga termasuk dalam kawasan perbukitan menoreh yang berpotensi wisata namun masih perlu banyak sentuhan, seperti halnya di kebun teh Nglinggo. Saat ini, kawasan tanam bunga krisan bukan hanya sekadar untuk pertanian, melainkan juga agrowisata.

Editor: | dalam: Kulon Progo |
Menarik Juga ยป