Pertamina Tangani Dugaan Premium Tercampur Biosolar di Gunungkidul

Motor milik salah satu pelanggan saat sedang diperiksa karena dugaan bensin bercampur dengan biosolar di SPBU Gading, Kamis (11/1/2018). (IST/Dok Warga)Motor milik salah satu pelanggan saat sedang diperiksa karena dugaan bensin bercampur dengan biosolar di SPBU Gading, Kamis (11/1/2018). (IST/Dok Warga)

Tim Pertamina memeriksa kondisi sampel produk dan tangki

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pertamina telah melakukan penanganan sebagai tindak lanjut atas dugaan premium tercampur biosolar di SPBU 44.558.09, Gunungkidul.

Tim Pertamina memeriksa kondisi sampel produk dan tangki di SPBU tersebut serta langsung menindaklanjuti kendaraan konsumen yang melaporkan dugaan tersebut. “Saat kejadian tersebut petugas SPBU segera menghentikan pengisian BBM dari nozzle tersebut,” ujar Muslim Dharmawan, Pjs Unit Manager Communications & CSR MOR IV dalam rilisnya, Jumat (12/1/2018).

Baca juga : Bensin Bercampur Biosolar Ditemukan di SPBU Gading

Muslim menjelaskan, sebelum Mobil Tangki melakukan pembongkaran BBM premium dan biosolar pada pukul 16.00 WIB, premium dan biosolar tersebut telah diambil sampel sesuai prosedur pengisian. Adapun hasil sampling saat pemeriksaan menunjukkan kualitas kedua produk tersebut baik.

“Saat ini SPBU tetap melakukan penjualan BBM jenis lainnya dengan normal. Sementara, untuk tangki produk premium masih belum dioperasikan karena menunggu hasil investigasi tim di lapangan,” tambah Muslim.

Kendaraan Bermotor yang telah melaporkan dugaan tersebut, saat ini telah ditangani pihak SPBU untuk diperiksakan kondisi mesin kendaraannya pasca-mengisi premium yang diduga tercampur biosolar. Pihak SPBU juga membantu biaya perbaikan bila diperlukan. Saat ini sampel produk yang diduga tercampur biosolar masih diteliti di laboratorium untuk investigasi lebih lanjut.

Editor: | dalam: Gunung Kidul |
Menarik Juga »