Diam-Diam Google Akuisisi Startup Inggris Redux

Logo Google (The Verge)Logo Google (The Verge)

Redux merupakan startup yang berbasis di Inggris, yang membangun dan mengembangkan teknologi getaran untuk mengubah permukaan ponsel atau tablet menjadi speaker.

Harianjogja.com, NEW YORK – Google diam-diam telah mengakuisisi startup bertajuk Redux. Hal ini terungkap dari laporan Bloomberg baru-baru ini.

Redux merupakan startup yang berbasis di Inggris, yang membangun dan mengembangkan teknologi getaran untuk mengubah permukaan ponsel atau tablet menjadi speaker. Artinya, ponsel tak lagi memerlukan speaker kecil untuk mengeluarkan suara.

Ruang untuk speaker sendiri tentunya bisa dimanfaatkan untuk komponen lainnya seperti baterai. Berkat akuisisi Google ini, situs Redux pun tak lagi berfungsi.

Dilansir Bloomberg, Jumat (12/1/2017), tak jelas kapan tepatnya Google mengakuisisi Redux, namun pengalihan saham perusahaan induk Redux ke Google telah dikonfirmasi pada 13 Desember lalu. Informasi yang dikutip Bloomberg menyebut kesepakatan berlangsung pada Agustus 2017.

Juru bicara Google enggan memberikan tanggapannya terkait harga pembelian Redux atau rincian lainnya terkait akuisisi. Lantas apa keuntungan yang diperoleh Google atas akuisisi Redux?

Google sebagaimana diketahui, kini merancang smartphone-nya sendiri. Bakat dari Redux dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan handset dengan suara yang lebih baik.

Teknologi buatan Redux juga mampu memberikan sentuhan pada permukaan produk, seperti layar.

Google belakangan memang agresif mengembangkan produk touchscreen-nya terutama smartphone Pixel. Teknologi Redux dapat membuat Google merancang smartphone-nya lebih canggih ketimbang pesaing seperti Apple dan Samsung.

Selain itu, hasil akuisisi juga memiliki potensi keuntungan jangka panjangnya. Belum lama ini, Wired melaporkan bagaimana Google kemungkinan menggunakan audio untuk mentransfer data, yang bisa saja merupakan bagian dari rencananya dengan Redux.

Redux sendiri menargetkan pasar termasuk kontrol komputasi, mobile, dan otomotif. Berdasarkan keterangan di situs LinkedIn-nya, Redux telah memiliki 178 hak paten.

Editor: | dalam: Gadget |
Menarik Juga »