DIY Menyuplai Produksi Padi Nasional

Sejumlah petani mengolah hasil panen padi di Bulak Ndolog, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, Kamis (31/12/2015).(Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)Sejumlah petani mengolah hasil panen padi di Bulak Ndolog, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, Kamis (31/12/2015).(Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)

Tingkat ketahanan pangan DIY terbilang cukup tinggi dan berkontribusi terhadap nasional

 

Harianjogja.com, KULONPROGO– Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDM) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono menerangkan, tingkat ketahanan pangan DIY terbilang cukup tinggi dan berkontribusi terhadap nasional.

DIY juga sedang mengalami surplus beras sebanyak 250.000 ton beras pada 2017. Ia menjelaskan, pada Januari-April, petani mampu melakukan panen setiap harinya, sehingga ketersediaan pangan terbilang aman.

“Kami juga mengoptimalkan penambahan luas tanam, setiap harinya petani ada yang panen sekaligus ada juga yang menanam. Itu menjadi penyebab kenapa di DIY tidak ada masalah ketersediaan pangan,” katanya, Jumat (12/1/2018), di sela panen raya, di Desa Jatisarono, Nanggulan, Kulonprogo.

Kegiatan panen raya yang dilakukan pada Jumat pagi, dianggap menjadi indikator keamanan ketersediaan pangan di DIY. Lahan panen di Kulonprogo untuk Januari ini mencapai 2.600 hektare sedangkan DIY 30.000 hektare. Setiap harinya ada lahan yang siap dipanen.

Ia juga mendata, tingkat produksi padi di Kulonprogo saat ini mencapai 6,7 ton gabah kering panen. Setiap tahunnya pun terjadi surplus beras antara 18.000 sampai 20.000 ton.

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyebutkan produksi padi pada 2017 mencapai 121.210 ton, berasal dari luas tanam seluas 18.938 Hektare (Ha) dan luas panen 19.425 Ha. Jumlah tersebut mengindikasikan ketersediaan beras pangan untuk Kulonprogo berada dalam status aman.

Editor: | dalam: Kulon Progo |
Menarik Juga ยป