Tebing Belasan Meter di Girimulyo Longsor, Satu Rumah Terancam Roboh

Ilustrasi bencana tanah longsor. (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)Ilustrasi bencana tanah longsor. (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)

Satu rumah terancam roboh akibat longsoran tebing di Tompak, Giripurwo, Girimulyo, Senin (30/1/2018) kemarin

Harianjogja.com, KULONPROGO — Satu rumah terancam roboh akibat longsoran tebing di Tompak, Giripurwo, Girimulyo, Senin (30/1/2018) kemarin. Longsor susulan masih bisa terjadi melihat struktur tanah yang rentan.

Anggota Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kulonprogo, Marsudi, mengungkapkan longsoran yang terjadi Senin lalu itu membuat dinding rumah milik Kuwat miring. Dinding yang terbuat dari anyaman bambu itu kalah dengan hentakan yang bergerak di siang hari.

“Tidak ada hujan sama sekali, namun benar sebelumnya hujan, jadi ini rawan untuk terjadi longsor susulan,” jelasnya.

Marsudi mengungkapkan bahwa saat ini keluarga beranggotakan dua laki-laki dan tiga peremupuan itu masih mendiami rumah tersebut. Hanya saja TRC BPBD telah memberikan imbauan bahwa potensi longsor susulan dari tebing yang memiliki ketinggian belasan meter itu.

Langkah tindakan yang sementara dilakukan TRC BPBD ialah sebatas pendataan semata. Melihat tindakan pembersihan material longsor akan kembali membuka lintasan longsoran tanpa penahan bila longsoran terjadi kembali.

Sementara Kepala Desa Giripurwo, Mardi Santoso mengungkapkan bahwa beberapa petugas telah menyarankan Kuwat dan keluarganya untuk pindah. Bila enggan pindah, beberapa pihak juga telah menyarankan mengungsi.

“Terlalu berbahaya, tebing itu sekarang terbuka, longsor susulan bisa terjadi,” jelasnya.

Mardi menambahkan, potensi longsor di Giripurwo sebenarnya tidak hanya berada di Dusun Tompak. Dimana Dusun Bulu juga memiliki potensi serupa. Lebihnya, setidaknya 20 KK terancam longsor susulan.

“Itu [20KK] juga tidak mengungsi, dulu memang mengungsi, tetapi sudah lelah tiap hujan mengungsi,” jelasnya.

Editor: | dalam: Kulon Progo |
Menarik Juga ยป