Google Resmi Akuisisi HTC

Logo Google. (JIBI/Reuters)Logo Google. (JIBI/Reuters)

Google telah sepakat untuk mengakuisisi sebagian tim teknik dan desain HTC dengan mahar senilai U$1,1 miliar.

Harianjogja.com, CALIFORNIA – Google resmi mengakuisisi bagian dari bisnis HTC. Kedua perusahaan baru-baru ini telah mengumumkan penyelesaian dari akuisisi tersebut.

Dilansir Engadget, Rabu (31/1/2018), tim di belakang ponsel Pixel bergabung dengan Google, sementara HTC akan melanjutkan untuk membuat perangkat mobile di bawah brand milik mereka sendiri. Perusahaan juga menggunakan produk Vive untuk bersaing di bisnis Virtual Reality.

Perusahaan juga mengatakan akan mengupayakan inovasi teknologi AR, AI dan IoT. Dalam posting-an di blog, Rick Osterloh, SVP Hardware Google mengatakan bahwa pihaknya memulai menggali dengan rekan tim baru mereka.

“”Hari ini, kami mulai menggali dengan rekan tim baru kami, yang dipandu oleh misi untuk menciptakan pengalaman yang sangat membantu bagi orang-orang di seluruh dunia, dengan menggabungkan yang terbaik dari AI, perangkat lunak dan perangkat keras Google,” kata Osterloh.

Menurut Osterloh, setelah kesepakatan ini, Taipei akan menjadi situs engineering Google terbesar di kawasan Asia Pasifik. Ini adalah tahun ketiga perusahaan di bidang perangkat keras, dan ini tampaknya bagian dari penggalian untuk jangka panjang.

Pada September 2017 dilaporkan, Google telah sepakat untuk mengakuisisi sebagian tim teknik dan desain HTC dengan mahar senilai U$1,1 miliar atau setara dengan Rp14,6 triliun. Raksasa teknologi itu merekrut kader veteran yang bekerja untuk ponsel Pixel dan dapat memperkuat bisnis hardware-nya.

Google Alphabet memboyong sekira 2.000 karyawan yang berpengalaman mengerjakan perangkat Pixel. Langkah ini bermaksud untuk menampilkan fitur dari software Android yang kini mendominasi smartphone di dunia.

Kesepakatan ini juga dilengkapi dengan perjanjian lisensi non-eksklusif untuk kekayaan intelektual milik HTC.

Berkat kesepakatan itu, kini Google mendapatkan kontrol yang lebih ketat atas perancangan dan produksi Pixel serta perangkat lainnya. Gadget tersebut turut menjadi bagian dorongan strategis untuk mendistribusikan software penting seperti asisten voice-enabled dan serta lebih menyaingi rivalnya Apple.

Editor: | dalam: Internet |
Menarik Juga »