LIGA ITALIA
Kemenangan Napoli di Laga ke-100 Sarri

Para pemain Napoli merayakan gol. (JIBI/REUTERS/Ciro De Luca)

Liga Italia diwarnai dengan kemenangan Napoli atas Lazio.

Harianjogja.com, NAPLES — Takhta Juventus di puncak klasemen Seri-A hanya bertahan 24 jam setelah Napoli membantai Lazio dengan skor 4-1 di San Paolo, Minggu (11/2/2018) dini hari WIB. Selain membawa Napoli kembali ke singgasana, kemenangan ini kian spesial karena terjadi di laga ke-100 Maurizio Sarri menangani Partenopei.

Sejak menakhodai Napoli musim 2015/2016, Sarri sukses menyulap permainan Marek Hamsik dkk. menjadi amat tajam dan atraktif. Total 228 gol dengan kebobolan 86 gol ditorehkan pelatih 59 tahun itu bersama Napoli dalam 100 pertandingan. Artinya Dries Mertens dkk. minimal mencetak 2,28 gol per laga di bawah Sarri. Dari periode itu, Partenopei sukses merebut 71 kemenangan, 18 imbang dan hanya menelan 11 kekalahan.

Permainan tajam nan menghibur kembali ditunjukkan Napoli ketika mengancurkan Lazio. Tuan rumah tak kehilangan konsentrasi meski sudah ketinggalan 0-1 di menit ketiga lewat aksi Stefan de Vrij. Gol Jose Callejon dua menit jelang jeda agaknya menjadi titik balik Napoli untuk merebut kemenangan ke-20 mereka di Seri-A musim ini.

Setelah gol itu, Partenopei mampu membalikkan kedudukan lewat gol Mario Rui dan Dries Mertens di babak kedua. Satu gol tuan rumah yang lain terjadi akibat bunuh diri bek Lazio, Walace, yang ceroboh saat memotong umpan silang mendatar Callejon.

“Jika kami bermain seperti babak kedua, kami bisa mengalahkan semua lawan,” ujar Sarri seperti dilansir Football Italia, Minggu.

Di babak pertama, Napoli memang kesulitan memainkan umpan-umpan cepat mendatar khas mereka. Napoli bahkan nyaris ketinggalan 0-2 di menit kedelapan andai Allan tak membuang bola dari Luis Alberto yang lolos dari jebakan offside. Masuknya Piotr Zielinski di babak kedua menggantikan Hamsik membuat permainan tuan rumah lebih berkembang.

Total ada 15 peluang yang diciptakan Napoli sepanjang pertandingan. Di sisi lain, Lazio cenderung mati kutu dengan hanya mencetak satu shot on target sepanjang 90 menit. “Penampilan kami benar-benar tak bisa diterima, terutama di babak kedua. Kami tidak tampil sebagai tim,” ujar Pelatih Lazio, Simone Inzaghi.

Hasil tersebut menorehkan catatan kelam bagi sang pelatih. Ini kali pertama Inzaghi menelan tiga kekalahan beruntun di Seri-A sejak menangani Si Elang April 2016. Lazio berpotensi terlempar ke posisi kelima andai Inter Milan dan Roma meraih kemenangan, Minggu (11/2/2018) dan Senin (12/1/2018) dini hari WIB.

“Kami harus segera menganalisis kesalahan sebelum laga Liga Europa [melawan Steaua Bucuresti], Kamis [15/2/2018],” tukas Inzaghi.

Editor: | dalam: Italia |
Menarik Juga »