LIGA ITALIA
Yann Karamoh, si Juru Selamat Inter Berusia 19 Tahun

Yann Karamoh merayakan gol bersama Eder (Twitter/@Inter)

Liga Italia menyajikan penampilan apik Yann Karamoh.

Harianjogja.com, MILAN – Penantian Inter Milan untuk merasakan nikmatnya kemenangan akhirnya terwujud saat mereka membekuk Bologna dengan skor 2-1 di Giuseppe Meazza, Minggu (11/2/2018) malam WIB.

Bukan Mauro Icardi, Antonio Candreva atau Ivan Perisic yang berperan menyudahi puasa kemenangan Nerazzurri selama dua bulan delapan hari. Pahlawan itu justru datang dari pemain pelapis asal Pantai Gading bernama Yann Karamoh.

Winger 19 tahun ini menjadi penentu kemenangan tim setelah melakukan kerja sama satu-dua dengan Rafinha di menit ke-63. Dia kemudian dengan tenang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang memperdaya kiper Bologna, Antonio Mirante. Di laga itu, Inter sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol cepat Eder di menit kedua. Namun Rossoblu sempat membuat tuan rumah panas dingin lewat aksi eks pemainnya, Rodrigo Palacio.

Mungkin tak ada yang menyangka Karamoh bakal memperbaiki peruntungan Inter yang gagal menang di 10 laga beruntun. Pemain Timnas Prancis U-21 ini memang lebih banyak menghangatkan bangku cadangan sejak didatangkan dari Caen awal musim. Laga melawan Bologna bahkan menjadi kesempatan pertamanya menjadi starter La Beneamata.

Luciano Spalletti secara mengejutkan lebih memilih Karamoh ketimbang Candreva sebagai penyerang sayap kanan Inter. Kepercayaan itu akhirnya dijawab sang wonderkid dengan gol krusial. “Itu gol terpenting dalam karierku. Gol pertama di Italia yang lahir di waktu berat buat tim. Saya pun sudah tak main selama beberapa waktu,” ujar Karamoh dilansir Football Italia.

Dia tak menampik terkejut saat muncul di starting line up akhir pekan lalu. Karamoh sendiri merasa sudah cukup berkembang dengan berlatih keras saat sesi latihan. Whoscored pun menunjuk Karamoh sebagai man of the match laga kemarin dengan rating 8,12.

Sepanjang pertandingan dia melepaskan empat tembakan, empat dribble dan 94% umpan sukses. “Dia bermain sangat baik. Dia punya kecepatan dan teknik yang dibutuhkan,” puji Spalletti.

Kemenangan ini membawa Inter menggeser Lazio di posisi ketiga dengan 48 poin. Namun persaingan menembus tiga besar masih ketat karena Inter, Roma dan Lazio hanya selisih masing-masing satu angka di klasemen.

Di laga kemarin Nerazzurri belum dapat memainkan Mauro Icardi yang masih bergelut dengan cedera otot. Inter justru mendapat kabar buruk dengan cederanya Miranda saat melawan Bologna. Dia harus diganti Lisandro Lopez di awal babak kedua karena menderita cedera paha.

Editor: | dalam: Italia |
Menarik Juga »