BEGAL KLATEN
Warga Trucuk Dibegal dan Dianiaya saat Antar Uang ke Gunung Kidul

Situasi jalan di Dukuh Lengkong, Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas, Klaten, Rabu (14/2/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)Situasi jalan di Dukuh Lengkong, Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas, Klaten, Rabu (14/2/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)

Seorang warga Trucuk, Klaten, menjadi korban pembegalan saat hendak mengantar uang ke Gunung Kidul.

Harianjogja.com, KLATEN — Seorang warga Trucuk, Klaten, Sa’bani Wahyu Utomo, 25, menjadi korban pembegalan di Dukuh Lengkong, Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas, Selasa (13/2/2018) malam. Selain mengalami penganiayaan, uang senilai Rp3,3 juta yang dibawanya juga dirampas.

Paman korban, Rohmadi, 43, menuturkan malam itu keponakannya hendak mengantarkan uang Rp3 juta kepada orang tua angkatnya di Gunung Kidul, DIY. Sa’bani memutuskan berangkat malam hari agar paginya bisa langsung berangkat kerja dari Jogja.

Sa’bani memilih rute melalui Desa Nanggulan karena relatif banyak perkampungan. “Bukan sekali ini saja lewat sana, hampir setiap hari dan relatif aman. Tapi memang baru kali ini bawa uang,” kata dia, saat ditemui wartawan di rumahnya, Dukuh Dayan, Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Klaten, Rabu (14/2/2018) siang.

Saat tiba di Pedan, Sa’bani mampir ke ATM untuk mengambil uang. Ia lalu meneruskan perjalanan ke Gunung Kidul. Sejak dari Pedan, Sa’bani merasakan dikuntit empat orang mengendarai dua sepeda motor Yamaha RX King. Mereka mengenakan penutup kepala.

Sampai di Pasar Cawas, kedua motor itu sempat menyalip Sa’bani seraya memainkan gas. “Waktu itu dia [Sa’bani] enggak nggagas [sadar] kalau mereka begal,” sambung Rohmadi.

Saat sampai di selatan Dukuh Lengkong, Sa’bani berhenti di dekat bengkel selatan jembatan sebab ponselnya berdering. Saat itulah, salah satu pelaku dari empat orang yang menguntit tiba-tiba duduk di jok sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Sa’bani.

Tangannya memegang pistol yang ditempelkan ke dagu Sa’bani. Pelaku mengancam sambil meminta Sa’bani berpindah menuju areal persawahan tak jauh dari tempat ia berhenti.

Di lokasi itu, Sa’bani dianiaya dua orang. Sedangkan dua orang lainnya menunggu di motor. Salah seorang pelaku sempat menghunuskan pisau namun berhasil ditepis Sa’bani. Pisau itu menyayat jaket tanpa melukai kulit Sa’bani.

Sa’bani lalu dipukul dan ditendang berulang kali hingga tersungkur ke tanah. “Pisau itu dipakai menyobek saku kanan jaket dan mengambil uang Rp3 juta dan dompet. Di dalam dompet ada uangnya Rp300.000. Lalu, pelaku kabur ke arah Gunung Kidul,” terang Rohmadi.

Motor Sa’bani tak ikut digondol sebab begitu ia mematikan mesin motor, kunci ia jatuhkan ke tanah. Ia injak dalam-dalam agar tak ketahuan begal. Sa’bani lantas dibawa ke RSI Cawas oleh sekelompok pemuda guna perawatan.

“Sekarang Sa’bani ada di Gunung Kidul. Kondisinya baik dan masih tahap pemulihan,” terang Rohmadi.

Peristiwa itu lalu dilaporkan ke Polsek Cawas. Camat Cawas, Much Nasir, mengatakan jalan dari Lengkong ke timur memang minim penerangan tapi itu kewenangannya pemerintah provinsi. Sedangkan jalan ke selatan ke arah Karangasem memang dalam kondisi rusak dan ada penerangan meski baru sebagian.

“Malam ini, kami akan gelar koordinasi bersama Muspika, tokoh masyarakat, dan sukarelawan terkait cipta kondisi dan kebencanaan,” kata Nasir.

Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, mengatakan kepolisian masih mendalami kasus itu. Ia meningatkan kepada Kapolsek agar rutin menggelar patroli tidak hanya pada malam Minggu atau akhir pekan atau hari besar, tapi setiap hari. Polres Klaten bahkan menambah patroli dengan dua unit kuda besi.

“Hal ini supaya menambah daya jangkau dan daya jelajah patroli yang tidak terjangkau mobil. Patroli terus digiatkan untuk menciptakan situasi kamtibmas dari ancaman pencurian, kekerasan, dan aksi kriminalitas lainnya,” kata Kapolres.

Editor: | dalam: Klaten |
Menarik Juga »