Tengah Selfie di Waduk Sermo, Wisatawan Disengat Tawon

Salah satu korban sengatan tawon hutan, setelah mendapatkan perawatan dari tim medis RSUD Wates, Rabu (14/2/2018).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)Salah satu korban sengatan tawon hutan, setelah mendapatkan perawatan dari tim medis RSUD Wates, Rabu (14/2/2018).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)

Lima orang dilarikan ke rumah sakit.

Harianjogja.com, KULONPROGO–Belasan wisatawan yang berkunjung di Waduk Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap disengat tawon hutan, Rabu (14/2/2018). Akibatnya,  lima orang di antaranya harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates.

Koordinator Lapangan Bendungan Waduk Sermo dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Prabowo Andriyanto mengatakan, serangan lebah tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu ada seorang bapak dan anak perempuannya yang sedang berfoto di atas waduk. Namun tiba-tiba mereka berteriak dan berlari sambil meminta pertolongan.

Menurut dia, tawon bukan hanya menyengat dua pengunjung tadi, melainkan juga pengunjung lain yang berada di sekitar mereka dan warga setempat yang kebetulan melintas.Padahal katanya, tidak ada sarang tawon di sekitar waduk, sehingga ia menduga, sebelumnya ada burung yang memangsa sarang tawon dan membawanya, namun kemudian sarang tawon itu terjatuh di sekitar waduk.

“Sekarang tawon sudah berangsur hilang setelah pengawas waduk membakar daun kelapa kering untuk mencoba mengusir tawon,” terangnya, Rabu.

Dijumpai di waktu berbeda, salah satu korban, Novita Kumala Jati mengungkapkan sebelum disengat, ia sedang meminta ayahnya untuk mengambil gambar dirinya sedang berwisata di waduk. Gadis 22 tahun tersebut mendapatkan sengatan di pipi dekat rahang kanan dan bagian paha kiri. Setelah disengat, ia langsung berlari bersama ayahnya. Warga Sedayu, Bantul tersebut juga sempat melihat lebah menyengat wisatawan selain dirinya.

“Ini celana jeans saja tembus sengatannya, rasanya sempat panas dan sakit kalau dipegang. Kalau bapak parah, waktu dibawa ke RS saja sengatan tawonnya itu masih tertancap,” tuturnya.

Ayah Novita, Tukiran mengatakan, saat itu ia sedang berburu durian kemudian mampir ke Waduk Sermo karena putrinya minta diambilkan foto diri di sana. Namun tiba-tiba ia melihat ada banyak tawon yang mendekat ke arah mereka. Panik, Tukiran langsung menceburkan diri ke dalam waduk dan menunggu pertolongan sembari terus di dalam air hingga sekitar 10 menit.

“Saya sampai kuyup, wajah, kaki, tangan saya disengat. Rasanya panas, perih dan sempat bengkak, tapi setelah disuntik dokter sudah lebih baik,” ujarnya.

Lelaki 60 tahun ini mengaku, saat dirinya dibawa ke RS, sengatan tawon masih banyak menancap di baju dan beberapa bagian tubuhnya.

Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wates, Oky Ardian menjelaskan, sedikitnya ada lima orang yang mendapatkan perawatan medis akibat sengatan lebah. Tiga orang di antaranya diperbolehkan rawat jalan, sedangkan dua lainnya masih harus diobservasi.

“Penanganan yang kami lakukan dimulai dari melihat luka, mencari bekas sengatan, memberikan suntikan pengurang rasa nyeri dan suntikan mencegah reaksi alergi. Seluruh pasien dalam kondisi membaik dan tidak ada yang mengeluhkan alergi sengatan lebah,” paparnya.

Editor: | dalam: Kulon Progo |
Menarik Juga »