JOGJA: Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan segera melanjutkan rencana pengoperasian kereta wisata keraton pada 2011. Kereta ini nantinya akan menghubungkan beberapa titik di dalam wilayah Keraton.
"Kita ingin mengintegrasikan kegiatan wisata menyeluruh di sekitar keraton. Pola-pola penampungan parkir di alun-alun dapat diminimalisir sehingga lebih baik,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota, Aman Yuriadijaya di Balaikota akhir pekan lalu.
Nantinya pengelolaan kereta ini akan diserahkan kepada Paguyuban Alun-alun Utara dan Selatan.
"Untuk mendukung hal ini, nantinya juga akan dilakukan penataan alun-alun, melengkapi PKL hingga pembenahan infrastruktur lainya seperti toilet dan halte," paparnya.
Ahmad mengatakan rencana pengoperasian kereta ini diperkirakan akan memakan biaya hingga Rp2,75 miliar.
Menurut Ahmad, akan ada dua rute kereta wisata, dimulai dari taman parkir Ngabean yang mengeksplorasi alun-alun selatan dan dari taman parkir senopati di alun-alun utara.
“Makanya akan disiapkan dua kereta dimana setiap kereta mampu mengangkut 23 orang, jalur yang pertama dari Terminal Parkir Ngabean mengelilingi Kraton dan jalur kedua dari Parkir Senopati. Sepanjang jalur itu akan ada titik-titik shelter pemberhentian di beberapa tempat” kata Ahmad.
Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto menjelaskan penambahan fasilitas ini akan mengubah konsep wisata yang selama ini terpusat di keraton. Dan, pembangunan halte dapat menjadi pusat ekonomi baru karena bisa dipenuhi para pedagang lokal.
"Jadi, kalau dulunya wisata ke keraton sekitar satu jam, kini ditargetkan minimal dua jam. Pengunjung bisa masuk ke kampung-kampung untuk merambah usaha kerajinan atau kuliner di wilayah tersebut," jelasnya.(Harian Jogja/Dasa Saputra/May/on)