Kelulusan Kejar Paket B Bantul terendah
Minggu, 10 Januari 2010 09:33:12
2010011093312_paketB.jpg

BANTUL: Dinas Pendidikan Menengah dan Non-Formal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyebutkan ketidakhadiran peserta ujian paket B menjadi penyebab utama rendahnya persentase angka kelulusan dibanding Kabupaten/Kota lain di Provinsi DIY.

Hal ini disampaikan oleh Masharun, Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non-Formal Pemkab Bantul, Masharun, Sabtu (9/1). Bahkan, lanjut Masharun, sejumlah yayasan yang menyelenggarakan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) tidak memiliki keakuratan data peserta.

Mayoritas peserta berasal dari Kecamatan Dlingo, dimana saat hujan deras membuat peserta malas untuk mengikuti ujian. ”Faktor teknis menjadi penyebabnya, bukan masalah kemampuan,” jelas Masharun di sela acara pelantikan pengurus baru Paguyuban Guru Wiyata Bhakti (PGWB) di Pendopo Parasamya, Pemkab Bantul.

Dia berharap peserta yang tidak lulus ujian bisa mengikuti ujian ulangan atau susulan, sehingga memiliki kesempatan untuk mengantongi ijazah kelulusan Kejar Paket B. Ijazah ini sangat penting bagi mereka untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya maupun mendaftarkan diri saat bekerja.

Tidak hanya itu, peserta semestinya benar-benar berniat mengikuti ujian. ”Jika yang dinilai hanya ketidakhadiran saya rasa tidak adil. Saya berharap mereka bisa mengulang,” ujarnya.

Angka kelulusan Kejar Paket B tahun ini, kata Masharun merupakan terendah ketimbang Kabupaten/Kota di DIY. Data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi menyebutkan presentase angka kelulusan hanya mencapai 32,96%.

Setidaknya, jumlah peserta yang tidak hadir sebanyak 135 orang, sedangkan 631 orang mengikuti ujian. Masharun menambahkan, sebaiknya PKBM memperbaiki proses belajar mengajar untuk meningkatkan lulusan Kejar Paket B sesuai standar nasional.

Selama ini, banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran pentingnya proses belajar melalui PKBM. Sementara itu Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bantul, Jupriyanto, berharap peserta yang tidak lulus bisa mengulang kembali.

Dengan begitu, mereka bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. ”Kami harap Disdik segera melakukan sosialisasi secara masif kepada seluruh siswa atau peserta,” terang dia. (Shinta Maharani)

KOMENTAR PEMBACA

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar