Kamis, 14 Januari 2010 10:06:11
JOGJA: Bimbingan belajar bagi siswa pemegang Kartu Menuju Sejahtera(KMS) yang rencananya akan dimulai pada Januari, nampaknya tidak bakal terwujud. Pasalnya, hingga saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja belum menentukan teknis pelaksanaan Bimbel tersebut, baik dari pendataan siswa, penentuan lokasi dan pengajar.
Pelaksana Bimbel KMS Disdik Kota Jogja, Mannarima mengatakan pelaksanaan Bimbel siswa KMS belum menemukan titik terang. Hingga sekarang, pihaknya terus melakukan kajian dan koordinasi dengan pihak terkait, baik dari pemerintah maupun sekolah. Meski belum ada titik terang pada pelaksanaan Bimbel KMS, Mannarima mengaku pihaknya akan lebih memprioritaskan Bimbel di sekolah favorit.
“Saat ini untuk masalah penempatan lokasi, Disdik sedang menggodog wacana untuk pelaksanaan Bimbel yang berada di sekolah favorit. Berdasarkan evaluasi, masalah siswa KMS ini banyak muncul dari sekolahsekolah favorit, sehingga Bimbel siswa KMS kemungkinan akan difokuskan di sana,” pungkas dia. Mannarima menambabhkan usulan awal Disdik yang akan meletakkan kegiatan Bimbel berdasarkan lokasi, kemungkinan akan dibatalkan.
Saat ini, pihaknya sudah menentukan beberapa titik lokasi, yaitu di SMP 1, SMP 2, SMP 5, SMP 8, dan SMP 9. Banyak masalah Sementara alasan penentuan lokasi dikarenakan banyaknya masalah yang dihadapi siswa KMS, baik dari pergaulan, maupun hasil belajarnya. Mannarima mengimbau kepada sekolah, agar siswa KMS di titik-titik tersebut dapat diwajibkan mengkuti Bimbel.
Sedangkan bagi siswa KMS di sekolah lain, diberikan kebebasan untuk mengikuti Bimbel tersebut dengan memilih lokasi yang mereka sukai. Mengenai staf pengajar, menurut dia akan diambilkan dari guru di sekolah masing-masing. Alasannya, guru dari sekolah memiliki hubungan kedekatan dengan siswa KMS, dan lebih mengetahui perkembangan mereka. Untuk mata pelajaran Bimbel, Disdik belum bisa menentukan.
Kemungkinan materi yang akan diajarkan adalah materi UAN, karena berdasar evaluasi siswa KMS banyak yang ketinggalan untuk materi tersebut. “Untuk materi Bimbel kami akan melihat kebutuhan di masing-masing sekolah. Nantinya pula, materi tersebut juga akan diserahkan ke sekolah,” tandas Mannarima, kepada Harian Jogja.
Seperti diketahui Disdik Kota Jogja telah menganggarkan Rp400 juta untuk pelaksanaan Bimbel bagi siswa KMS. Dana itu diprioritaskan untuk siswa KMS kelas 1 SMP dan kelas 1 SMA/SMK yang jumlahnya hanya sekitar 1.600. (Olivia Lewi Pramesti)
