Pemprov belum beri panduan
Senin, 18 Januari 2010 09:45:10
2010011894510_tutwuri.jpg

JOGJA: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja mengaku belum mengetahui rencana proses serah terima wewenang Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI/SBI) kepada Provinsi yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Hingga saat ini, mekanisme serta aturan tentang perpindahan wewenang tersebut belum dijelaskan oleh Provinsi.

Kepala Disdik Kota Jogja,
Syamsury mengatakan pihaknya belum melakukan koordinasi dengan Provinsi terkait ambil wewenang RSBI. Menurut dua hingga saat ini provinsi juga belum memberikan jawaban mengenai persoalan SBI yang ada di kota, seperti keberadaan kelas reguler yang bebarengan dengan kelas SBI, peraturan walikota mengenai Bosda, pungutan, dan lain sebagainya.

“Disdik juga tidak tahu, kenapa provinsi kok terkesan tergesa- gesa dalam ambil alih wewenang ini. Sebaiknya mekanisme ambil alih wewenang ini diperjelas terlebih dulu,” tanya Smaysury ke pada Harian Jogja, pekan lalu.

Ia mengaku belum bertemu legislatif untuk membicarakan masalah ini. Bahkan, sambung Syamsury, pada dasarnya legislatif pun tidak setuju dengan ambil alih wewenang SBI ini. “Provinsi sebaiknya juga mengkoordinasikan dengan pihak legislatif mengenai rencana ambil alih wewenang ini.

Karena sampai kini legislatif belum tahu jelas mengenai proses pengambilalihan tersebut,” imbuh dia. Terpisah, Ketua Komisi D Kota Jogja, Sudjanarko mengatakan belum mengetahui dengan jelas mengenai proses ambil alih wewenang pengelolaan RSBI/SBI.

Menurut dia hal tersebut belum dibicarakan lebih lanjut di tingkat eksekutif maupun legislatif. “Apalagi proses serah terima yang ditargetkan selesai 2010, kami sama sekali tidak mengetahuinya. Padahal, Dewan perlu tahu proses perpindahan ini.

Rencananya kami baru akan memanggil Disdik Kota Jogja untuk me minta penjelasan mengenai ambil alih wewenang ini,” ungkap dia. Sudjanarko mengaku pihaknya tidak setuju dengan ambil alih wewenang tersebut.

Pasalnya dengan perpindahan wewenang ke Provinsi sekolah-sekolah unggulan di Kota Jogja akan hilang. Padahal, sejak awal, sekolah unggulan-unggulan tersebut sudah dibiayai dan dibina oleh Pemkot hingga bisa menghasilkan produk berkualitas.(ole)

KOMENTAR PEMBACA

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar