Kopertis V sarankan dua PTS tutup
Kamis, 28 Januari 2010 08:57:05
2010012885705_tutwuri.jpg

JOGJA: Dua perguruan tinggi swasta (PTS) di bawah koordinasi perguruan tinggi swasta (Kopertis V) mengaku kesulitan mendapat mahasiswa sehingga mengalami kesulitan fi nansial.

“Ada dua yayasan konsultasi kendala kampus, terutama minimnya mahasiswa dan fi nansial,” ujar Budi Santoso Wignyosukarto, koordinator Kopertis V seusai menghadiri pengukuhan guru besar di UII, Senin (25/1) lalu.

Jumlah mahasiswa yang minim, lanjut dia, menyebabkan pihak yayasan kesulitan membiayai operasional kampus. Hanya saja Budi enggan menguraikan lebih lanjut nama kedua perguruan tinggi yang konsultasi mekanisme penutupan tersebut. Menanggapi keluhan itu, Budi menyarankan pengelola kampus segera mengajukan penutupan lebih cepat.

Pasalnya bila kesulitan mahasiswa dan fi nansial berlarut akan merugikan yayasan dan civitas akademika. Menurut Budi, pengelola Kopertis V hanya menyarankan yayasan bersangkutan segera mengajukan penutupan ke direktorat perguruan tinggi (Dikti).

“Kami tidak punya wewenang untuk menutupnya,” ujarnya. Kedua kampus yang mengajukan konsultasi penutupan itu memiliki mahasiswa 30 orang. Berdasar kalkulasi Budi, bila kampus tersebut memiliki dua program studi (Prodi) setiap semester memerlukan biaya Rp72 juta untuk gaji dosen.

Angka itu di dapat dari perhitungan, setiap Prodi memiliki enam dosen, sehingga dua prodi memerlukan mahasiswa dua belas dosen. Bila setiap dosen digaji Rp1 juta, maka biaya yang diharus ditanggung yayasan untuk gaji dosen sebesar Rp72 juta.

“Apakah cukup input dan outputnya (dengan kondisi yang ada,” kata dia. Selain menyarankan melakukan penutupan kampus, Kopertis V meminta mahasiswa dan dosen yang ada segera di pindah ke Prodi yang sama di PTS lain. Pemindahan itu bertujuan agar mahasiswa dan dosen tidak menderita terlalu lama.(miu)

KOMENTAR PEMBACA

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar