Selasa, 02 Februari 2010 09:44:37
LUANDA: Mesir mengukirkan nama di buku rekor. Aksi supersub, Mohamed ”Gedo” Nagy mengantar The Pharaohs menjuarai Piala Afrika tiga kali beruntun seiring kemenangan 1-0 kontra Ghana pada partai puncak di Stadion 11 November, Luanda, Senin (1/2) dini hari WIB.
Status Mesir sebagai raja Afrika benar-benar tak tergoyahkan. Hattrick juara adalah sejarah baru dalam gelaran Piala Afrika. Upaya Ghana mengagalkan ambisi Mesir hanya berujung sia-sia. Gedo bangkit dari bangku cadangan pada menit 63 dan menyuguhkan sihirnya lima menit jelang pertandingan bubar. Skema serangan balik yang dibangun duo Mohammed,
Gedo dan Zidan, berhasil menembus lini belakang Ghana. Gedo yang memegang bola pun langsung melepaskan tendangan kaki kanan melengkung yang menembus jala lawan.
Kemenangan itu juga memberi sejarah baru untuk pelatih Hassan Shehata, yang merengkuh trofi juara di Kairo (2006) dan Accra (2008). Rekor tak terkalahkan Mesir di ajang ini bertambah menjadi 19 pertandingan beruntun. Kapren Ahmed Hassan, dinobatkan sebagai man of the match dan menjadi pemain pertama yang mengoleksi empat medali Piala Afrika.
”Kami meraih sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain. Ini tim terbaik sepanjang sejarah (sepak bola Afrika),” tukas pelatih Pharaohs, Hassan Shehata.
Kehilangan pemain
Ghana, yang kehilangan banyak pemain kunci akibat cedera, mengejutkan banyak orang dengan lolos hingga partai puncak. Mesir, yang gagal lolos ke Piala Dunia 2010, menurunkan sembilan pemain dari tim juara dua tahun lalu. Sedangkan The Black Stars, julukan Ghana, hanya punya dua pemain yang sudah lahir ketika mereka terakhir kali menjuarai Piala Afrika, pada 1982.
”Kami memenangi ini untuk mengurangi kekecewaan karena gagal lolos ke Piala Dunia,” kata bek Mesir, Wael Gomaa.
Pelatih Ghana, Milovan Rajevic, membeberkan kesulitan timnya yang terpaksa mengandalkan pemain-pemain yang minim pengalaman. ”Kami kurang berpengalaman. Di dalam hati kami sangat ingin memenangi pertandingan ini, tapi pada akhirnya pengalaman Mesir sangat krusial,” ungkap Rajevic, seperti dikutip yahoosports.com.
Mesir tak mengubah starting XI yang menghancurkan Aljazair 4-0 di babak semifinal. Begitu juga dengan Ghana. The Black Stars menurunkan skuat identik seperti saat mendepak Nigeria dari babak Empat Besar, dimana kapten Richard Kingson tetap tampil meskipun kondisinya sempat diragukan.
Oleh Yus Mei Sawitri
SOLOPOS/JIBI
