Pakaian dalam China lebih diminati
Selasa, 02 Februari 2010 09:57:50
2010020295750_underwear.jpg

JOGJA: Produk-produk China memang sedang booming saat ini. Selain menawarkan harga miring, produk negara tirai bambu itu terbilang enak dipandang. Bahkan produk tekstil seperti pakaian dalam buatan China pun lebih banyak diminati oleh masyarakat daripada produk lokal.

Mudah sekali menemukan pendagang pakaian dalam di dalam Pasar Beringharjo. Agar konsumen tidak perlu repot-repot mencari, rata-rata setiap blok di Pasar tersebut menyediakan produk tersebut. Salah satu pedagang pakaian dalam di Pasar Beringharjo dari Toko SM Collection, Nur kepada HarianJogja membenarkan hal tersebut.

“Barang yang tersedia di toko ini buatan macammacam, ada yang produk Indonesia. Sedangkan dari luar, saya tidak tahu pasti tetapi tulisannya sih China. Jumlah barang persediaan saya untuk buatan luar atau dalam negeri sama saja. Harganya juga sama, ada yang Rp10.000 dapat 3 ada yang 1 Rp15.000,” kata dia, Senin (1/2).

Mengenai peminat, ia mengatakan, pembeli pria tidak terlalu mempermasalahkan tetapi konsumen perempuan biasanya tergantung selera. Jika masih muda, umumnya tertarik pada celana dalam bentuk hipster, renda-renda dari China, sedang konsumen berusia lanjut lebih menyukai produk lokal dengan model sederhana.

“Urusan selera memang beda-beda tapi jarang yang mikir bahan atau kualitas. Mereka tuh lebih suka lihat yang lucu-lucu, renda atau motifnya agak unik. Biasanya kalau yang kayak gitu dari China, kalau lokal sih bentuknya biasa atau polosan buat ibu-ibu. Kalau ditanya banyak yang mana, biasanya sih banyak yang dari luar. Katanya sih lebih awet atau tahan lama,” tukasnya.

Terpisah, seorang mahasiswi UGM, Dewi mengatakan, ia memang suka berbelanja pakaian dalam di Pasar Beringharjo. Menurut dia, dengan membeli di pasar dia akan mendapat barang yang murah.

“Waktu mau berangkat kuliah kerja nyata (KKN), saya belanja celana dalam di Pasar Beringharjo sampai 2 lusin buat jaga-jaga kalau di tempat KKN persediaan air terbatas. Karena beli banyak, saya tidak milih model yang aneh-aneh yang penting bisa beli banyak dan uangnya cukup,” kata dia.

Sementara Lia seorang pelajar sekolah swasta ketika ditemui Harian Jogja di Pasar tua Kota Jogja itu mengatakan memang menyukai celana dalam yang bermotif lucu dan berenda. Dia menjelaskan, alasan memilih produk China karena pakaian dalam yang bergambar atau bermotif unik sedang ngetrend, sehingga ia dan temantemannya suka berburu pakaian dalam seperti ini.

“Saya memang suka yang lucu-lucu seperti ini. Biasanya saya dan teman cari ke toko yang lagi diskon atau ke pasar. Terus kenapa saya beli produk China, soalnya pakaian dalam China selain lucu harganya juga murah, jadi bisa beli banyak,” tukasnya.

Oleh Mediani Dyah Natalia
HARIAN JOGJA

KOMENTAR PEMBACA
  1. umar alhadad.citereb

    2010-02-03 19:13:56
    kalau amoy cina yang cuma pakai pakaian dalam ada gak dipasar jogya.kalau ada sekalian sama kontrakannya nanti ane datang bawa sohib dari saudi banyak yang mau ngontrak all in.nih no tel ane:021-87902688

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar