Senin, 08 Februari 2010 08:47:16
WONOSARI: PDIP Gunungkidul akhirnya memiliki calon resmi yang bakal diusung dalam Pilkada, Mei mendatang. Surat rekomendasi DPP PDIP memilih pasangan Cabup incumbent Suharto dan Cawabup Arif Gunadi dari PKB.
Rekomendasi DPP PDIP bernomor 3156/IN/DPP/II/2010 tertanggal 4 Februari 2010 langsung ditandatangani Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Pramono Anung. Saat ini, rekomendasi itu, masih berada di DPD PDIP DIY dan belum diketahui pengurus di tingkat Gunungkidul.
“Secara resmi kami belum terima rekomendasi. Rekomendasi itu harusnya turun untuk DPC PDIP Gunungkidul bukan untuk DPD PDIP DIY. Kami belum menerima dan sampai saat ini kami masih menunggu,” kata Samintoyo Sekretaris DPC PDIP Gunungkidul, kepada Harian Jogja Minggu (7/2).
Meski belum secara resmi menerima, DPC PDIP tengah menyiapkan sejumlah langkah persiapan pendaftaran pasangan calon kandidat ke KPUD Gunungkidul. Selain itu, mengimbau jajaran partai termasuk organisasi sayap, mitra koalisi dan tim sukses untuk kompak melakukan pemenangan. “Rapat membahas pemenangan juga sudah kami agendakan,” jelas Samintoyo.
Danang Ardianto mantan ketua PRD yang kini menjadi tim relawan calon incumbent Suharto mengatakan pihaknya bersiap membentuk tim pemenangan dan relawan yang melibatkan Parpol koalisi seperti PDIP, PKB, PPP dan lainnya.
Ketika dikonfi rmasi mengenai surat rekomendasi tersebut, ketua DPD PDIP DIY Juwarto mengatakan bahwa belum ada komunikasi lebih lanjut mengenai hal ini.
“Mengenai rekomendasi belum dikomunikasikan dan sedang akan dilakukan kepada DPP juga DPC Gunungkidul,” terangnya saat dihubungi Harian Jogja, Minggu (7/2).
Meskipun rekomendasi berisikan ‘restu’ Megawati Sukarnoputri selaku ketua DPP PDIP sudah resmi diterima, kekuatan PDIP Gunungkidul terancam pecah.
Pasalnya sejumlah kader PDIP mengaku kecewa dan akan berpaling dari rekomendasi itu. Laskar simpatisan PDIP yang mengatasnamakan Banteng Ketaton mulai mengemuka.
Sejumlah simpatisan PDIP menyatakan telah membentuk Laskar Banteng Ketaton, untuk mewadahi kader di tingkat bawah yang aspirasi dan pendapatnya mandek.
“Gerakan ini memang tidak perlu deklarasi, Kami memang memilih jalur gerilya di tingkat bawah saja karena memang rasanya sulit ditampungnya aspirasi teman-teman simpatisan dan kader selama ini hingga berkomitmen untuk tetap satu sikap membentuk laskar ini,” kata salah satu kader PDIP yang meminta namanya untuk tidak dikorankan.
Menyikapi munculnya hal ini, Samintoyo akan segera menindaklanjuti untuk melihat siapa kader yang terlibat dan melakukan gerakan pembelotan atas keputusan DPP.
Menurut Samintoyo, partainya tak segan menindak kader PDIP yang mencoba melawan kebijakan partai. Pihaknya akan segera turun ke bawah untuk mengecek tingkat loyalitas kader. “Kewenangan kami mengusulkan ke DPP untuk diusulkan pemecatan jika ada kader yang membelot,” imbuhnya.
Oleh Endro Guntoro & Pamuji Tri Nastiti
HARIAN JOGJA
