Jelang Imlek, kue keranjang laris manis
Senin, 08 Februari 2010 13:09:22
20100208133411_KUE_RANJANG.JPG

JOGJA: H-6 menjelang perayaan Imlek, kue keranjang mulai laris manis di pasaran. Produsen kue keranjang pun sudah ambil ancang-ancang untuk memenuhi peningkatan permintaan kue khas Imlek tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu produsen kue keranjang yang terletak di Jalan Tukangan No.43 Jogja, Sianywati yang mengaku sudah mulai produksi sejak 20 hari sebelum perayaan Imlek.

"Produksi kue keranjang adalah produksi musiman. Disebut kue keranjang karena dahulu nenek moyang kami membuat kue ini diatas keranjang dan daun pisang. Karena teknologi sudah maju, kami mengganti keranjang dengan loyang. Kami sudah memproduksi sejak tahun 1960-an. Seminggu ke depan, permintaan akan semakin banyak. Baik dari instansi maupun perorangan,” ujar generasi kedua produsen kue keranjang ini ketika ditemui Harian Jogja, Senin (8/2).

Distribusi kue keranjang produksi Sianywati ini tidak hanya di Jogja tetapi juga di beberapa kota lain seperti Magelang, Purworejo, Gombang, dan Cirebon. Dalam sehari, Sianywati mengaku bisa memproduksi kue yang wajib ada saat perayaan Imlek ini sebanyak 400 kg.

Untuk menghasilkan kue keranjang yang berkualitas dan tahan lama memerlukan waktu yang cukup lama. Untuk menghasilkan 400 kg kue keranjang diperlukan 200 kilogram gula pasir yang direbus selama 6 jam dan diuleni dengan 200 kg beras ketan yang sudah digiling. Adonan yang sudah didiamkan selama satu malam ini kemudia dituang kedalam cetakan berbagai ukuran yang sudah dilapisi plastik.

Selanjutnya, dikukus selama 8 jam. Terakhir, kue keranjang dikeluarkan dari loyang dan diangin-anginkan selama satu hari. “Kue keranjang bisa tahan tahunan padahal tanpa bahan pengawet. Ini karena kami masaknya tanak,” jelas Sianywati.

Kue keranjang ini dijual dalam berbagai ukuran. Mulai dari ukuran 1 kg, 1 kg isi tiga, 1 kg isi empat atau 1 kg isi lima.

“Saya jual seharga Rp28.000 per kg. Yang paling laris ya yang sekilo isi empat. Kue keranjang untuk sembahyang kan disusun secara bertingkat. Kami percaya semakin tinggi tingkat kue keranjang, pahala yang kami peroleh semakin banyak,” kata Sianywati.(Harian Jogja/Intaningrum)

KOMENTAR PEMBACA

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar