Mahasiswa beromzet ratusan juta
Selasa, 09 Februari 2010 10:10:15
20100209101015_madniri.jpg

Muda dan kaya raya bukan lagi suatu cita-cita yang mustahil. Itu dibuktikan tiga pemuda yang berani memulai usaha dan menjadi kaya saat masih mahasiswa.

Indra Haryadi, mahasiswa ilmu komputer UGM, setiap bulan mendapat keuntungan lebih dari Rp10 juta dan mencapai Rp130 juta per tahun. Pendapatan itu diperoleh hanya dengan menjual wireless fi delity (Wi-Fi).

Ide berjualan Wi-Fi, menurut Indra muncul ketika penjualan komputer jinjing (laptop) tidak diiring dengan perluasan layanan jaringan Internet. Keberadaan layanan jaringan gratis pun masih banyak kelemahan, kecepatan terbatas dan koneksi sering terputus.

Berdasar kondisi itu, dirinya mendirikan area ber-Internet yang buka 24 jam dengan jaminan kecepatan konstan bahkan lebih tinggi dibanding layanan gratisan. Selain kecepatan konstan, operator usahanya juga melek komputer, sehingga kenyamanan pelanggan terjamin.

Usaha berlabel Dojo Hotspot Center yang dibuka April 2008 itu mengantar Indra menjadi juara kedua bisnis kreatif mandiri tingkat nasional, yang digelar Bank Mandiri baru-baru ini.

Setipe dengan Indra yang beromset ratusan juta, Saiqa Ilham akbar BS dan Pronowo Sukantyoso memiliki omset perbulan Rp20 juta dari restoran Hotaru Japanese Resto. Bermodal Rp90 juta modal patungan dan utang, restoran itu berdiri 1 Juli dua tahun lalu itu, sekarang sudah punya satu cabang.

“Saya ingin mewadahi pecinta budaya Jepang di seputaran kampus,” kata Saiqa menguraikan awal mula dirinya membuka usaha. Meski tanpa latar belakang pendidikan boga, ternyata Saiqa nekad membuka usaha.

Saiqa mengaku mengandalkan Internet, uji coba resep, mencari tester hingga menyusun standar masak dilakoni sendiri. Ternyata riset sebulan penuh itu pun berhasil menegaskan restorannya bermutu sekaligus terjangkau kalangan mahasiswa. “Sekarang bisa mempekerjakan 16 lulusan SMK,” katanya.

Meski terkesan mulus merintis usaha, tantangan kedua pengusaha muda itu tidak mudah. Ketatnya persaingan memaksanya untuk berinovasi secara terus menerus. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa satu-satunya yang pasti di dunia ini hanya perubahan itu sendiri.

Pengusaha muda lain, Agung Nugroho Susanto pendiri Simply Fresh saat ini sudah mempekerjakan 1.000 karyawan dan memiliki 110 outlet di seluruh Indonesia. Omset perbulan pengusaha jasa mencuci pakaian itu sebesar Rp3 miliar setiap bulan.

Kesuksesan yang diraih Agung bukan tanpa usaha. Dua usaha yang dirintisnya lebih awal, distribution outlet (Distro) dan konter HP, tutup karena tidak menguntungkan. Berbekal pengalaman itu dan nekad, dirinya memberanikan diri membuka layanan laundry.

Inovasi berupa layanan cuci empat jam kering, pewangi beragam, detergen ramah lingkungan merupakan sedikit dari sekian banyak keunggulan bisnis Agung.

“Inovasi harus dilakukan untuk memenangi persaingan,” tegasnya. Meski beromset miliaran, Agung saat ini memiliki utang di bank Rp3 miliar. Utang itulah yang menurut pengakuannya membesarankan usaha yang didirikan 2004 dengan modal Rp30 juta tersebut.

Oleh Miftahul Ulum
WARTAWAN HARIAN JOGJA

KOMENTAR PEMBACA

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar