Selasa, 09 Februari 2010 10:47:20
JOGJA: Akibat meminum minuman keras (Miras) oplosan pada Sabtu (6/2) malam, empat orang dikabarkan tewas dan satu kritis. Sebelumnya, kelima warga tersebut menggelar pesta Miras di sebuah daerah di sekitar Prawirodirjan, Gondomanan, Jogja.
Keempat korban tewas adalah Ovisina (39) warga Brontokusuman, Mergangsan, sedangkan Ratno, Kusli, dan Yusli, ketiganya warga Gondomanan. Korban yang sampai saat ini masih kritis dan dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah adalah Mardi, warga Pucong, Imogiri, Bantul.
Menurut informasi yang diperoleh Harian Jogja, awalnya kematian keempat korban minuman keras oplosan ini tidak dilaporkan kepada kepolisian. Namun akhirnya, aparat mendapatkan informasi kasus ini dan Mapolsekta Gondomanan segera melakukan penyelidikan di TKP.
Sementara penjual Miras, Agung, yang berjualan di Jl. Sisingamangaraja, Brontokusuman, Jogja hingga kini masih dimintai keterangan polisi.
Menurut adik Ovisina, Reza, kakaknya bersama tujuh orang temannya menggelar pesta Miras pada Sabtu (6/2) malam di Prawirodirjan, Gondokusuman, Jogja. Tak disangka seusai pesta, satu persatu mengalami keracunan hingga tak sadarkan diri. “Sebagai upaya penyelamatan, korban lantas kami bawa ke RS PKU. Namun tidak tertolong,” kata pegawai sebuah percetakan di Jogja ini.
Sementara sampai berita ini diturunkan, keterangan belum bisa diperoleh dari pihak kepolisian.
Terpisah, seorang perawat di RS PKU, Gunawan, mengatakan korban Ovisina datang ke rumah sakit tersebut, Minggu (7/2) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, dalam kondisi tidak sadar.
Walau sempat mendapatkan perawatan, Ovisina akhirnya meninggal Senin (8/2) siang.
Hanya saja, Gunawan tidak bisa memastikan penyebab meninggalnya Ovisina. “Rekam medis korban berada di file dokter, jadi saya tidak tahu secara pasti,” katanya.
Gunawan yang saat itu menjadi petugas piket, mengaku melihat korban hanya dari kondisi fisiknya saja. “Saat tiba di rumah sakit, korban sudah tidak sadar,” katanya.
Oleh Rina Wijayanti
HARIAN JOGJA
