UGM belajar kelola kebun teh dari Jepang
Selasa, 09 Februari 2010 12:57:37
20100209125737_KEBUN_TEH_ILUSTRASI.JPG

JOGJA: Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) akan belajar teknologi pengelolaan dan pengolahan perkebunan teh dari Universitas Shizouka Jepang.

Pertanian UGM saat ini memiliki kebun teh seluas 1.300 hektare di Batang, Jawa Tengah yang dikelola PT Pagilaran. Sektor perkebunan teh dan pengolahan teh merupakan salah satu keunggulan Universitas Shizouka.
 
"Selain teknologi (pengelolaan perkebunan teh) juga bertukar mahasiswa, staf pengajar dan research (penelitian)," kata Triwibowo Yuwono, Dekan Pertanian di sela-sela pembukaan kantor perwakilan Univeritas Shizouka di Indonesia, Selasa (9/2).

Pertukaran mahasiswa dan pengajar dari FP UGM ke Jepang sudah menjadi agenda rutin. Tahun lalu enam mahasiswa dan dua dosen FP UGM menjalani pertukaran dengan beberapa universitas di Jepang.

Keberadaan perwakilan Shizouka di Indonesia diharapkan mempermudah mahasiswa yang berkeinginan mengikuti pertukaran ke Jepang. Biasanya pendaftaran pertukaran mahasiswa dilakukan Oktober dan perkuliahan dimulai April tahun berikutnya.

"Jadi nanti bila ada urusan pertukaran perwakilan Shizouka di Indonesia bisa memfasilitasi," harap Yuwono.

Wakil Rektor Urusan Hubungan Internasional Universitas Shizouka, Shinji Suyuma menguraikan institusinya unggul di bidang teknik, ilmu murni hingga pertanian. Keunggulan itu secara teknis mampu mendukung industri otomotif Jepang hingga pengelolaan perkebunan teh.

Demi meningkatkan keunggulan itu, Shizouka menyediakan program Niffee. Peserta program yang dibuka setiap oktober itu khusus mahasiswa dari Vietnam, Thailand and Indonesia.

Shinji menegaskan program pertukaran dan pembukaan perwakilan diharapkan memperluas universitas dampingan Shizouka di Asia.(Harian Jogja/Miftahul Ulum)

KOMENTAR PEMBACA

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar