Kamis, 12 Februari 2009 09:18:44
JAKARTA: Microsoft Indonesia dan SENADA, sebuah proyek yang didanai USAID untuk memperkuat daya saing Indonesia, hari ini mengumumkan pemenang kompetisi iMULAI yang diadakan kedua kalinya, yang dinamakan iMULAI 2.0. Tujuan kompetisi, seperti dikutip dari rilis yang dikirimkan ke Harian Jogja, kemarin adalah untuk memupuk semangat inovasi dan kewirausahaan di kalangan bisnis Indonesia. “Kami bangga melihat pertumbuhan kualitas dan kuantitas peserta iMULAI 2.0. Ini membulatkan tekad kami untuk meningkatkan daya saing industri teknologi informasi Indonesia di tingkat global,” ujar Tony Chen, Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia.
Ketiga pemenang memperoleh dana pengembangan inovasi senilai US$25.000, produk dan teknologi Microsoft senilai US$8.000, serta perangkat keras senilai US$2.500. Mereka juga mendapat kesempatan ikut ajang internasional Microsoft TechED yang akan diselenggarakan di Malaysia. Sekitar 50 peserta terbaik ajang ini akan memperoleh aplikasi perangkat lunak Microsoft senilai US$400.000. Kompetisi iMULAI 2.0 ini diselenggarakan mulai 1 November hingga 5 Desember 2008. Selama rentang waktu itu, sejumlah perusahaan TI, mahasiswa, dan LSM mengirimkan 63 aplikasi inovatif.
Dewan juri dari Microsoft, SENADA dan USAID memilih tiga pemenang dengan mempertimbangkan keaslian ide dan potensi dampaknya bagi daya saing bisnis, yakni Grafi ka Valley (Mobile@Act), aplikasi berbasis web dan telepon seluler yang memungkinkan karyawan usaha kecil dan menengah serta pelanggan dan pemasok melakukan tugas-tugas harian seperti mengakses informasi perusahaan secara real time. Selanjutnya PT. Azadirachta Mandiri (Collaborative eBusiness System), aplikasi perencanaan Sumber Daya Perusahaan (Enterprise Resource Planning/ERP) bergerak yang dirancang khusus untuk komunikasi business-to-business (B2B) antara produsen dan konsumen.
Dan PT. Immedia Visi Solusi (Aplikasi untuk penyiaran radio internet), sebuah konsep baru Penyiaran Radio Internet yang akan menyediakan media komunikasi dan pemasaran, memberikan klien akses bebas kepada informasi langsung interaktif yang dapat didengarkan dan diulang sesering mungkin, dalam format dwibahasa
(Indonesia dan Inggris).(A. Rizal)
