Hutan cemara Samas jadi lokasi ngeseks
Senin, 19 Januari 2009 09:37:03

BANTUL : Hutan cemara di kawasan Pantai Samas tepatnya di Desa Srigading, Kecamatan Sanden yang berfungsi untuk menahan abrasi dan tsunami, marak digunakan untuk tindakan asusila wisatawan.

Penduduk Soge Sanden, Mugari mengatakan ratusan wisatawan biasanya melakukan tindakan asusila di kawasan tersebut pada hari libur. Wisatawan memanfaatkan kesempatan untuk melakukan tindakan amoral tepat di tengah hutan. “Biasanya saya sering memergoki mereka, tapi bagaimana lagi, nanti kalau dilarang Samas jadi sepi pengunjung,” ujarnya saat dihubungi Harian Jogja kemarin.

Warga sekitar pantai sebenarnya resah dengan kondisi tersebut. Karena, tindakan itu tidak hanya dilakukan pada malam hari, namun juga siang hari bolong. Warga juga terganggu dengan tindakan wisatawan yang membuang sampah sembarangan di sekitar pohon.

Upaya penertiban lanjutnya sangat dibutuhkan untuk menekan jumlah pelaku tindakan itu. Namun, Mugari menyebutkan tindakan penertiban pasti sulit dilakukan, karena pelaku biasanya tersebar di sepanjang Samas hingga menara mercusuar di Kowaru. Lorong-lorong yang tersembunyi juga mendukung tingkah polah mereka. “Pengunjung bergantian, kalau diusir mungkin mereka datang lagi,”tukasnya.

Menurutnya, penyelewengan perilaku pasangan yang sedang dimabuk cinta dan melakukan hubungan seks di dalam hutan cemara sudah berlangsung cukup lama. Bahkan saat hari libur seperti hari Minggu atau libur hari raya kegiatan seperti semakin banyak.

"Biasanya pasangan yang melakukan hubungan seks di tengah hutan memarkirkan sepeda motornya di Pantai Samas. Selanjutnya pasangan tersebut berjalan menyisir pantai ke arah Barat dan langsung masuk ke dalam hutan," katanya.

Menurut warga hutan cemara sangat lebat sehingga pasangan yang sedang melakukan hubungan seks tak menyadarinya kalau sedang diintip walaupun jarak satu meter. (Harian Jogja Cetak)

KOMENTAR PEMBACA
  1. samuel

    2009-05-09 22:15:12
    wkwkwkwkwkw...ini baru potret buram...gimana tuh solusinya...ciri warga indonesia ya gitu rata2 loh ga semua sih...ga bisa nahan naluri(ghorizatul na'u)..ealah..bagi yg ngintip rekam aj pake ponsel trus jual (sama aj dosanya ihihihihih)
  2. yulianus widi nugroho

    2009-12-08 11:56:02
    sebetulnya kegiatan seperti itu..gak usah diributkan.....mereka sudah pada dewasa dan tau bagaimana seharusnyaa...biar saja...yang mengintip memang asyik kok / tidak usah munafiklah......berita ini sebetulnya juga malah membikin suasana keruh....dengan adanya berita ini maka sekaligus memberi tau tempat-tempat mana yang biasa digunakan..untuk esek-esek....jadi tergantung ..mulutnya kalau mulutnya diam ya tidak ada masalah....kalau mulutnya bocor yaa seperti ..mengiklankan...gitu saja kok repot.
  3. wisnu

    2009-12-31 05:07:21
    ak punya vidionya ,,mas sam,,,mo liat pa?itu tempatnya memeng mendukung kok buat mesum,,,,,,,
  4. dewi

    2010-01-08 12:11:03
    aduuuuuuuhhhhh,.... kok bisa ya,...? pa gak da polisi hutannya..? atau gini ja, di hutan itu tiap minggu dan hari libur diadakan kegiatan apaaaaa gitu,..(ex: tangkap jangkrik bersama ect) biar rame,..! jadi mereka kan gak jadi mesum,..! buat komentator yang diatas, gokil lo pada bro,...!
  5. Dukun Cabul

    2010-02-05 21:11:13
    Waduh... simbah ikut kena ni...Tapi asyik juga kok ,,, rasanya gemana gituuu deh... wakakak

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar