Nglalu, cerita dibalik kasus bunuh diri di GK
Senin, 22 Juni 2009 10:57:08
20090622105708_buku.jpg

CONDONGCATUR: Yayasan Umar Kayam menggelar diskusi dan bedah buku Nglalu yang ditulis  Ida Rochmawati, dokter RSUD Wonosari, Gunungkidul, Sabtu (20/6) malam di Yayasan Umar Kayam, Condongcatur.

Buku tersebut berisi fenomena bunuh diri di Gunungkidul yang diungkap secara medis oleh Ida dan rekan-rekannya. Saat diskusi berlangsung  Ida Rochmawati ditemani Antariksa, penggiat Kunci Cultural Studies.

Ida menuturkan sudah lama mempersiapkan buku Nglalu. “Persiapannya sekitar dua
bulan,” ujarnya. Buku Nglalu sendiri sudah tiga kali dilaunching. Pertama kali di RSUD Wonosari, Gunungkidul, kedua di Pameran Buku Nasional Malang dan terakhir di Yayasan Umar Kayam, Jogja.

Dalam diskusi tersebut ia mengungkapkan hampir setiap bulan melakukan visum terhadap korban bunuh diri di Gunungkidul. “Bahkan tren kenaikan bunuh diri pada 2008 meningkat menjadi 39 orang,” tuturnya. Korban bunuh diri umumnya berasal dari kalangan remaja.

Ida menjelaskan buku Nglalu terdiri dari beberapa bab yang berisi tinjauan sosiologis, antropologis, dan sejarah. Bahkan, ia memasukkan peran media massa dan opini-opini masyarakat gunung kidul mengenai fenomena bunuh diri.

Buku Nglalu merupakan buku pertama yang mengungkap fenomena bunuh diri ditinjau dari kajian medis. “Selain itu buku ini mengandung nilai seni (art),” jelasnya. Hal tersebut didukung oleh kreativitas di bidang seni berupa puisi dan sentuhan fotografi. “Maka dari itu buku
ini berbeda dengan yang lainnya,” tambahnya.

Antariksa, penggiat Kunci Cultural Studies juga sependapat dengan Ida Rochmawati. Apalagi dalam buku tersebut terdapat informasi statistik. “Namun, banyak sekali data-data yang dibiarkan begitu saja
tanpa diolah,” ketusnya.

Antariksa juga menilai  Ida Rochmawati masih ragu dalam membuat kesimpulan. “Misalnya terdapat banyak kata ‘terlalu dini untuk  menyimpulkan..’,” tambahnya. Antariksa juga menuturkan bahwa cara
pandang kita mati/hidup tidak sama. “Bahkan bunuh diri adalah hak setiap orang,” tutur dia.

HARIAN JOGJA

KOMENTAR PEMBACA

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar