1,4 Miliar perempuan berisiko kena kanker serviks
Rabu, 24 Juni 2009 11:30:53
20090624113053_serviks.jpg

JAKARTA: Setiap hari sedikitnya 20 orang perempuan Indonesia meninggal dunia karena terserang kanker serviks, sementara di seluruh dunia setiap dua menit seorang wanita wafat karena penyakit tersebut.

"Padahal kalau sudah diketahui sejak dini penyakit kanker serviks ini bisa diobati sampai sembuh 100%. Namun, kebanyakan pasien ke dokter kalau sudah merasakan keluhan dan sudah berada di stadium lanjut, sehingga kecil kemungkinannya bisa tertolong dari penyakit yang banyak makan korban kaum perempuan tersebut," kata dokter Laila Nurana dari RSCM/FKUI dalam acara peremian bergabungnya Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dalam koalisis regional Everything I Can di Jakarta, Sabtu sore.

Menurut Sumarjati Arjoso, Ketua Bidang Pendidikan dan Penyuluhan YKI, terdapat 1,4 miliar perempuan yang berisiko terkena kanker serviks di Asia Pasifik, dan diestimasikan sebanyak 391 orang berada di kawasan regional ini akan meninggal karena penyakit ini setiap harinya.

Dia menyebutkan penyakit tersebut bisa menyerang perempuan dari usia berapa saja dan aktif pada wanita usia produktif 35 tahun-55 tahun. "Untuk itu dianjurkan kepada perempuan baik yang masih lajang dan sudah menikah untuk melakukan imunisasi Human Papilon Virus (HPV) dari usia sepuluh tahun ke atas, dan melakukan tes papsmear bagi mereka yang sudah menikah setiap tahun," tambah Sumarjati.

Untuk memberi kesadaran kepada masyarakat terhadap bahaya penyakit ini, diadakan kampanye dengan tema Everityng I Can. Program kampanye edukasi kesadaran publik terhadap kanker serviks Bantu cegah kanker serviks sekarang di Indonesia, ini secara kontinyu dan berkesinambungan terus digalakkan, baik di Indonesia, dan negara di kawasan Asia Pasifik seperti Malaysia, Taiwan, Thailand, Filipina, dan Australia.

Untuk menggalakkan kampanye tersebut, kata Sumarjati yang mewakili Ketua Umum YKI Adiati Arifin Siregar, YKI bersama lima mitra advokasi lainnya dari Asia Pasifik bergabung sebagai anggota koalisi Everything I Can. Koalisi tersebut terdiri atas National Cancer institute of Thailand, National Caner Society Malaysia, Taiwan Counter Contagious Disease Society, serta didukung dokter Efren Dominggo, Immediate Past President, Society of Gynecologic Oncologist of the Philippines dan dokter Gerry Wain dari New South Wales Cervical Cancer Screening Program austalia.

"Program ini akan menyebarluaskan edukasi pada perempuan dan keluarga mereka, tentang cara-cara pencegahan yang dapat menyelamatkan jutaan jiwa," tambah dia.

Koalisi Everyting I Can ini, bertujuan memotivasi para perempuan untuk berbicara pada dokter tentang cara-cara membantu pencegahan kanker serviks. "Sehubungan  dengan ini YKI juga meluncurkan booklet edukasi dengan nama Everything i Can, untuk mempermudah masyarkat dalam memperoleh informasi yang berhubungan dengan pencegahan  penyakit tersebut.

Buku saku kecil dan tipis tersebut berisi tentang informasi mengenai penyebab kanker serviks, mengenai ikfeksi HPV, dan upaya apa yang harus dilakukan perempuan, serta mengajak para ibu untuk bisa memberikan penjelasan mengenai HPV kepada putri dan keluarga lainnya di rumah.

Oleh Rahmayulis Sales
BISNIS INDONESIA/JIBI

KOMENTAR PEMBACA
  1. radhillah maspati

    2009-11-21 21:56:01
    JANGAN PERNAH TAKUT DAN PUTUS ASA........ Pengobatan Herbal lebih simpel dan memiliki daya sembuh yang kuat tanpa efek samping meskipun berjalan pelan tepat pada sasarannya. Dan bagi anda/orang tua/saudara/tetangga/sahabat/teman yang sampai saat ini masih mengeluhkan musibah berupa penyakit ringan atau pun berat dan belum mendapatkan solusi/jalan keluar dalam pengobatan, tidak ada salahnya untuk merujuk ke pengobatan herbal sebagai salah satu ikhtiar anda. Dan yang pasti Jangan pernah putus asa,

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar