Porsi subsidi pertanian bisa berubah
Kamis, 25 Juni 2009 10:11:01
20090625101101_bisnis.jpg

JOGJA: Proyeksi subsidi ke sektor pertanian pada 2010 mendatang tembus hingga Rp40 triliun atau lebih tinggi dari anggaran subsidi pertanian tahun ini yang mencapai Rp32 triliun. “Yang harus menjadi perhatian sekarang adalah bagaimana cara-cara untuk memberikan subsidi, bayangkan saja sekarang ini subsidi ke sektor pertanian terbesar adalah untuk subsidi pupuk Rp 17 triliun, Rp 12 triliun untuk mengamankan harga gabah, dan Rp 1,8 triliun untuk subsidi bunga kredit petani.

Apakah akan seperti ini terus nantinya, itu yang menjadi pertanyaan,” papar Deputi III Menko Perekonomian Wakil Sekretaris Tim Pengarah, Bayu Krisnamurti, dalam workshop Adopkop, kemarin di Hotel Saphir Jogja. Ia mencontohkan bagaimana subsidi pupuk saat ini, lebih banyak digunakan untuk pupuk urea yang bisa merusak tanah dan membuat tanah menjadi keras.

“Makanya pemerintah sangat mendukung penggunaan pupuk oraganik, tapi tentu saja pemahaman ini harus disamakan dengan DPR juga,” timpalnya. Lebih lanjut ia mengatakan, kepentingan pertanian tak hanya melulu sekadar pendapatan petani, tetapi ada juga bagian lain. Karena itu ia juga berharap stabilitas harga pangan menjadi bagian dari kebijakan bidang pertanian.

“Harus kita akui kalau sektor pertanian adalah salah satu potensi terbesar kita. Ekspor kita sempat turun 32%, tapi akhirnya kembali bangkit dengan pertumbuhan di sektor pertanian, seperti crude palm oil (CPO), kakao dan lainnya,” jelas Bayu. Terkait dengan pola pembiayaan sektor pertanian, Bayu menyampaikan pembiayaan pertanian seyogyanya mencerminkan empat hal. “Yang pertama adalah pendapatan petani, lalu stabilitas harga pangan, juga adanya peningkatan daya saing, dan terakhir dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” imbuhnya.

Menurut dia, jumlah alokasi subsidi pertanian dari pemerintah jumlahnya sudah sangat signifi kan, yang penting adalah mekanisme pengeluarannya. “Perhatian pemerintah sudah sangat besar, baik untuk subsidi pupuk maupun pengamanan harga gabah, makanya mekanisme lantas menjadi penting. Tentu mekanisme pengeluaran ke depan harus lebih efektif,” tutupnya.

Oleh Galih Kurniawan
HARIAN JOGJA

KOMENTAR PEMBACA
  1. Langga

    2009-07-02 16:33:20
    sektor pertanian memang memiliki prospek yang sangat cerah. seharusnya pemerintah kembali melihat sektor ini dan mengurangi pembangunan mall2 yg dianggap menambah penghasilan tetapi malah menyebabkan berkurangnya lahan pertanian.

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar