Kamis, 25 Juni 2009 10:17:29
JOGJA: Kekurangan formulir Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN) terus terjadi, kemarin giliran lembar IPC yang tidak tersedia menyusul kekurangan lembar IPS sehari sebelumnya. Peningkatan pembeli dan ancaman kekurangan formulir diprediksi terus terjadi meski panitia sudah melakukan penambahan.
Terlebih masa pengambilan yang tinggal 2 hari, Kamis dan Jumat (26-26/6), disinyalir menjadi puncak pengambilan formulir. Jumlah pengambilan formulir di UGM dan UNY dalam sehari bisa mencapai 500 orang untuk setiap jenis formulir. Padahal di kedua lokasi itu, tambahan formulir yang diterima kemarin paling banyak 250 sampai 1.000 lembar.
“[Hari ini] Tambahan bisa saja habis, sebab sehari yang mengambil sampai 500 orang, seperti di IPS,” ujar Burhanudin Siagian, kepala pelaksana penerimaan SNM-PTN UGM, di Grha Sabha, Rabu (24/6) kemarin. Menghindari penumpukan daftar tunggu pengambil formulir, panitia terpaksa menutup loket pembayaran. Kebijakan ini mengantisipasi bila pada saat yang dijanjikan formulir tambahan tidak kunjung datang.
Panitia UGM sudah kehabisan formulir IPC Selasa (23/6) dan menjanjikan formulir tersedia Rabu (24/6). Hanya saja pada hari yang dijanjikan, tambahan yang dijanjikan tidak datang meski formulir lain ditambah. Semua loket Perihal kemungkinan menutup pendaftaran sebelum batas akhir, Jumat (26/6), Burhan berpendapat kondisi itu tidak akan terjadi. Terlebih panitia nasional tidak menunjukkan tanda-tanda mengeluarkan kebijakan itu.
Sembari bergurau, dia menegaskan, bila kebijakan mempercepat penutupan dilakukan, pihaknya tidak segan keluar dari sistem SNM-PTN. Terlebih kebijakan semacam itu merugikan pihak yang berhadapan langsung dengan mahasiswa. Kekurangan lembar IPC juga terjadi di loket panitia penerimaan SNMPTN di Gor UNY.
Sementara kekurangan yang terjadi sebelumnya sudah terpenuhi dengan penambahan sebanyak 1.000 lembar IPS. Moh Slamet, ketua pelaksana SNMPTN di UNY mengatakan, kekurangan lembar IPC hampir terjadi di semua panitia di DIY Jateng. Beberapa panitia yang kekurangan itu antara lain, Solo, Temanggung, Purwokerto termasuk Semarang. “Kalau kami tutup (IPC) sejak pagi, loket pembayaran juga ditutup untuk antisipasi lembar tambahan terlambat,” katanya.
Maraknya kekurangan formulir SNM-PTN terjadi akibat panitia nasional kurang tepat memprediksi penambahan pendaftar. Panitia hanya menyediakan formulir 10% lebih banyak dibanding tahun sebelumnya dan kondisi di lapangan peningkatan lebih dari itu.
Oleh Miftahul Ulum
HARIAN JOGJA
