Persipura mogok, SFC juara
Senin, 29 Juni 2009 10:40:24
20090629104024_copa.jpg

PALEMBANG: Laskar Wong Kito Sriwijaya FC (SFC) di pastikan mempertahankan gelar juara Copa Dji Sam Soe Indonesia.

Sukses SFC ini dilengkapi dengan gelar Pemain Terbaik yang diraih Anoure Obiora Richards. SFC dipastikan menjadi juara setelah mengalahkan juara Super Liga Indonesia 2008-2009, Persipura Jayapura yang tidak melanjutkan pertandingan sejak menit ke-60, atau saat kedudukan 1-0 untuk keunggulan SFC, kemarin. Persipura dinyatakan kalah WO.

Mutiara Hitam, julukan Persipura, meninggalkan lapangan di Stadion Jakabaring, Palembang, akibat tidak puas dengan kepemimpinan wasit Purwanto.

Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, yang menyaksikan langsung pertandingan, menyatakan pihaknya harus menegakkan peraturan. “Saya tahu kekecewaan yang dialami para pemain Persipura. Tapi ada aturan yang harus kita tegakkan dan kita sudah menyampaikan hal ini kepada Persipura,” katanya.

Menurut Nurdin, seperti disiarkan langsung di stasiun televisi swasta, pihaknya telah memberikan waktu selama 15 menit kepada Persipura untuk kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan. “Tapi mereka tidak mau melanjutkan pertandingan. Persipura pun harus kita nyatakan kalah,” tuturnya.

Tidak lama kemudian, wasit Purwanto meniupkan peluit panjang tanda usainya pertandingan, sekaligus menjadikan Sriwijaya FC menjadi juara Copa dua tahun berturut-turut.

Sebelum keributan ini terjadi, pertandingan Sriwijaya kontra Persipura ini berlangsung menarik.

Disaksikan tidak kurang dari 30.000 penonton yang memadati Stadion Jakabaring, kedua tim tampil menyerang.

Namun, Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya, yang menurunkan trio penyerang asingnya, Zah Rahan, Keith Kayamba Gumbs dan Ngon A Djam, lebih menguasai alur serangan. Berkali-kali lini belakang Persipura yang diisi Jack Komboy, Bio Paulin, Igbonefo dan Ricardo Salampessy, dipaksa bekerja keras.

Kondisi ini membuat Persipura harus mengandalkan serangan balik untuk membongkar pertahanan SFC. Melalui Boaz Solossa dan Ernest Jeremiah, Persipura juga tak jarang membahayakan gawang SFC yang dijaga Ferry Rotinsulu. Namun hingga babak pertama usai, kedudukan tetap 0-0.

Di babak kedua, situasi dalam lapangan tidak terlalu banyak berubah. SFC yang mendapat dukungan dari puluhan ribu pendukungnya, tetap tampil menekan.

Usaha anak-anak SFC membuahkan hasil ketika pertandingan memasuki menit ke-51.

Berawal dari aksi M. Nasuha di sisi kanan pertahanan Persipura. Umpan silang mantan pemain Persikota itu ditanduk dengan baik oleh Obiora yang dalam pengawalan ketat Nio Paulin.

Bola yang tidak terlalu keras itu, tidak mampu dijangkau kiper Persipura, Jendri Pitoy.

Di menit 59, sebuah insiden terjadi di dalam kotak penalti SFC. Berawal dari perebutan bola antara Ian Kabes dengan penjaga gawang Ferry Rotinsulu, pemain Persipura memanfaatkan bola rebound yang terkena tangan pemain belakang SFC.

Namun, wasit Purwanto tidak menyaksikan hal tersebut dan menyatakan pertandingan tetap dilanjutkan.

Hal tersebut memancing emosi para pemain Persipura yang sempat mendorong Purwanto. Aksi ini dibalas Purwanto dengan memberikan kartu merah kepada legiun asing Persipura, Ernest Jeremiah.

Kondisi ini membuat para pemain Persipura memilih meninggalkan lapangan

Pemain-pemain Mutiara Hitam menolak meneruskan pertandingan dan masuk ke ruang ganti. Namun sebelum melakukan hal itu, tim asuhan Jacksen F. Tiago ini terlebih dulu membalikkan bangku pemain.

Hal ini sempat membuat Boas Salosa dan kawan-kawan dilempari botol oleh pendukung Sriwijaya. Bahkan untuk mencegah hal berlanjut ke arah negatif, pendukung Persipura juga dievakuasi oleh pihak keamanan.

Beberapa pendukung Persipura diturunkan dari tribun menggunakan tangga darurat. Jumlahnya sekitar 300 orang di tribun Barat dan Selatan.

Para fans Mutiara Hitam terpaksa dievakuasi oleh tim keamanan Stadion Jakabaring Palembang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Padahal mereka sebenarnya sudah berbaur dengan penonton Palembang.

Namun karena pemain Persipura sempat membalikkan fasilitas bangku pemain, ada beberapa penonton yang melempar botol ke lapangan. Para fans ini kesal dengan perilaku pemain Mutiara Hitam yang tidak mengindahkan fair play.

Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid menyayangkan mogoknya Persipura ini. Namun dia belum bisa memastikan sanksi apa yang akan diberikan.

Oleh A. Rizky D. Polii
HARIAN JOGJA

KOMENTAR PEMBACA
  1. Si Bola Ya

    2009-06-30 11:09:37
    Emang kalo main di Jayapura wasit pada Fair/adil? setahu aku cuma berapa % aja gak nyampe 15% yang fair, selebihnya wasit dibawah tekanan

*)

*)



*)
sisa

*)   





   Yang bertanda *) harus di isi dengan benar