Senin, 29 Juni 2009 10:48:30
JOGJA: Ketakutan seseorang dalam memulai suatu usaha biasanya terjadi ketika mereka terbentur pada jumlah modal yang harus dimilikinya. Padahal modal bukanlah hal paling utama dalam membuat dan merencanakan bisnis.
Demikian disampaikan oleh, Mohamad Kurniawan, CEO Srengenge Marcom dalam talkshow bertajuk Kiat Sukses Meraih Modal Dengan Manis dan Halal, akhir pekan lalu di RRI Jogja.
“Ketika akan memulai suatu usaha, orang harus mengubah cara pandangnya. Modal adalah bagian yang kesekian. Yang paling utama adalah ide dan gagasan, bagaimana mengemas ide dan gagasan tersebut ke dalam paket bisnis yang menarik bagi semua orang, entah calon pembeli maupun calon mitra,” jelas Kurniawan yang juga akrab dipanggil Iwan ini, akhir pekan lalu.
Lebih lanjut ia mengungkap bagaimana perlunya orang menuliskan semua hal yang ada dalam gagasanya ke dalam proposal usaha. “Bisa saya katakan 50% keberhasilan seseorang sudah tercapai saat dia sudah bisa menuliskan ide dan gagasannya ke dalam kertas atau proposal usaha atau apapun namanya,” tutur Iwan.
Kandungan materi dalam proposal usaha, menurut dia, juga sangat banyak dan beragam tergantung dari kreativitas ide dan gagasannya. Namun menurut Iwan, hal yang tidak boleh dilupakan dan cukup vital dalam menulis proposal bisnis adalah peluang pasar produk atau jasa yang ditawarkan.
“Yang paling utama adalah gagasan dan keberanian memulai yang dituangkan dalam proposal usaha. Dalam sebuah penelitian di Amerika, tingkat keberhasilan usaha paling banya dicapai saat orang berusia 22 tahun sampai 32 tahun,” lanjutnya.
Menurut dia, segmentasi usia juga akan berpengaruh pada perkembangan bisnis atau usaha yang dijalankan seseorang. “Biasanya sampai usia 25 tahun, pindah-pindah jenis usaha itu justru malah bagus, membangun sikap mental dan karakter. Tapi ketika sudah di atas 25 tahun tapi masih pindah-pindah usaha, itu harus dihindari, sudah saatnya fokus,” tegas Iwan.
Direktur Utama BPD DIY Supriyatno yang juga hadir sebagai narasumber, mengungkapkan, untuk mengajukan permohonan kredit usaha ke bank saat ini sudah dipermudah.
“Yang jelas tentu harus punya kelengkapan standar yang disyaratkan, dan kalau memang belum paham, bank semisal BPD DIY sudah menyediakan UKM Center sebagai lembaga pendampingan UKM,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, BPD DIY khususnya, saat ini terus memfokuskan penyaluran kredit ke sektor UKM. “Kredit kita 98,16% tersalurkan ke sektor UKM, jumlahnya mencapai Rp1,7 triliun,” tutup Supriyatno.
Oleh Galih Kurniawan
HARIAN JOGJA
