Jogja PSBB atau Tidak Akan Diputuskan Besok
Desakan agar Pemda DIY melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengalir dari DPRD DIY.
Desakan agar Pemda DIY melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengalir dari DPRD DIY.
Kasus harian DIY kembali pecah rekor pada Selasa (29/12/2020) sebanyak 282 kasus. Menjelang malam tahun baru yang diperkirakan Jogja masih akan diserbu wisatawan, wacana pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kian menguat. DPRD DIY telah sepakat Pemda DIY mengambil langkah tegas.
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 282 penambahan kasus positif pada Selasa (29/12). Sleman mendominasi penambahan sebanyak 100 kasus. Sementara 295 kasus dinyatakan sembuh dan 10 kasus dilaporkan meninggal.
Direktur Vox Point Bidang Pendidikan sekaligus Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji bahkan menilai kinerja Mendikbud selama setahun belakangan adalah suatu kemunduran.
Penambahan tenaga kesehatan menjadi prioritas pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan pasien covid-19 pasca liburan natal dan tahun baru.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berencana menggunakan alat pendeteksi COVID-19 berbasis embusan napas atau GeNose buatan tim riset Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk skrining secara cepat.
Pemerintah akan mengevaluasi dan terus melakukan uji klinis terhadap alat pendeteksi covid-19, GeNose, meski telah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan aktivitas Gunung Merapi terhitung 18 hingga 24 Desember 2020 terjadi kegempaan vulkanik dangkal (VTB) dan gempa hembusan (DG) yang lebih tinggi dibandingkan minggu lalu.
Nyatanya, gejala sederhana ini punya potensi penyakit kanker nasofaring. Mengenal nama kanker nasofaring memang merupakan jenis kanker yang kurang populer, tetapi cukup mencatatkan prevalensi yang tinggi.
Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Gotong-Royong Melawan Intoleransi (Gemayomi), MY Esti Wijayati, yang juga anggota DPR RI, bersama Ketua Umum Gemayomi, Prof. Dr. Mukhtasar Syamsudin, dan jajaran pengurus Gemayomi Subkhi Ridho, Nanang Kiwil, melakukan dialog dan audiensi dengan Kapolres Sleman mengenai situasi dan kondisi toleransi di Kabupaten Sleman.