GAIA Cosmo Jadi Ruang bagi JAW 2020
Gelaran Jogja Art Weeks (JAW), yang semula merupakan media publikasi untuk kegiatan pameran di DIY, tahun ini menginisiasi rangkaian pameran seni rupa dari seniman muda.
Gelaran Jogja Art Weeks (JAW), yang semula merupakan media publikasi untuk kegiatan pameran di DIY, tahun ini menginisiasi rangkaian pameran seni rupa dari seniman muda.
Olifant High School (OHS) terus berupaya menyiapkan siswa-siswanya sejak dini untuk mengenali kemampuan, minat dan bakat mereka supaya lebih dapat mengarahkan dengan sesuai potensi mereka.
Qhomemart BJ Home Jogja terus berperan aktif membantu usaha pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat selama masa pandemi. Salah satunya adalah lewat program Fogging Gratis Kendaraan.
Berawal dari sekelompok penduduk dusun di Kulonprogo, Komunitas Eco Enzyme Nusantara Jogja terus mencetak sukarelawan baru untuk memanfaatkan sampah organik menjadi eco-enzyme yang bermanfaat bagi lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo tidak bosan-bosannya mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Pemerintah terus mengantisipasi lonjakan kasus pada periode libur panjang sekaligus cuti bersama tanggal 28 Oktober-1 November 2020 mendatang.
Penekanan mobilitas penduduk selama pandemi Covid-19 berhasil menurunkan kasus dan angka kematian akibat Covid-19. Keberhasikan ini dirasa perlu ditingkatkan lagi pada semua daerah jelang libur panjang pada 28 Oktober - 1 November 2020 mendagang.
Pekan depan, masyarakat akan menikmati libur panjang. Sejumlah pemerintah daerah yang menjadi tujuan wisata, termasuk di antaranya DIY, diimbau mempersiapkan protokol kesehatan guna meminimalkan tingkat penyebaran virus Corona.
Mencuci tangan menjadi salah satu cara mencegah penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Aktivitas ini menjadi sangat penting lantaran dianggap bisa membunuh virus yang diklaim bisa bertahan hidup di permukaan kulit selama lebih dari sembilan jam.
Sebagai seorang dalang muda, saat pandemi Covid-19 Rizki Rahma Nurwahyuni, 24, kehilangan banyak waktunya untuk mendalang di pertunjukan wayang kulit. Pandemi membuat semua jadwal pertunjukannya terpaksa dihentikan.