Laila Rochmatin

Laila Rochmatin

Manajer

Daftar artikel

News

PEMILU 2014 : Titiek Siap Bergerilya di DIY

Harianjogja.com, KULONPROGO – Putri sulung mantan Presiden Soeharto, Siti Hadiyati Soeharto mengaku menyimpan kesan mendalam terhadap meluasnya slogan “Piye Kabare Le? Enak Zamanku Tho," yang menghiasi foto mendiang ayahnya. Hal itu dia ungkapkan saat berkunjung ke Kulonprogo, Sabtu (18/1). Perempuan yang lebih fenomenal dengan sapaan Titiek Soeharto ini lantas ingin mengambil momentum dari meluasnya fenomena itu guna mendulang suara Partai Golkar pada Pemilu 2014 nanti. Dia menegaskan, slogan itu bukan rekayasa dari keluarga Cendana, melainkan datang dari kalangan masyarakat sendiri yang menginginkan hidup tenteram seperti saat Soeharto berkuasa. "Saya justru terkejut mendapati fakta tiba-tiba masyarakat banyak yang kembali mengelu-elukan bapak [Soeharto]. Masyarakat sengaja membuat kaus, stiker dan sebagainya yang intinya memuji mendiang Bapak," ujar Titiek seusai melakukan kunjungan di Pasar Sentolo Baru. Dari fenomena itulah, lanjut dia, saat ini Golkar memiliki posisi strategis untuk kembali melebarkan sayap dan mendulang kemenangan saat pesta demokrasi nanti. Titiek meyakini, masyarakat sekarang sudah mulai terbuka matanya menyikapi fakta yang terjadi setelah Soeharto tidak berkuasa. "Dulu ayah dicaci maki dan saya kira itu ulah sejumlah kalangan yang berhasil meluaskan provokasi. Kini buktinya setelah masyarakat merasakan hidup di era baru, sosok Soeharto kembali dinantikan," tegasnya. Titiek juga mengaku akan bergerilya menghimpun dukungan di DIY demi mewujudkan langkah menuju kursi parlemen di Senayan. Ada alasan khusus di balik pemilihan wilayah DIY menjadi tempatnya menghimpun massa. Pasalnya, Soeharto lahir di wilayah DIY. Dari sisi itulah dia berharap ada tuah di balik tekad napak tilas mendiang ayahnya.

Minggu, 19 Januari 2014 06:21 WIB
PEMILU 2014 : Titiek Siap Bergerilya di DIY
Kulonprogo

PENOLAKAN BANDARA : Blokade Jalan Krego Berlanjut

Harianjogja.com, KULONPROGO - Masyarakat Dusun Krego II, Desa Palihan, Temon masih terus memblokir jalan masuk kampung kendati tim Persiapan Pembangunan Bandara Baru (P2B2) memutuskan menghentikan pemasangan patok penentuan titik koordinat lokasi bandara. Hingga Sabtu (18/1) kemarin warga setempat tetap berjaga di Posko pemantauan. Terhitung sudah hampir sepekan, sejak Selasa (14/1) lalu warga menutup akses jalan penghubung antara Desa Glagah dan Palihan. Fajar, 42, salah satu warga menyatakan

Sabtu, 18 Januari 2014 21:29 WIB
PENOLAKAN BANDARA : Blokade Jalan Krego Berlanjut