HARIAN JOGJA HARI INI : Hanya Sultan yang Netral
Harian Jogja Edisi Rabu (4/6/2014)
Harian Jogja Edisi Rabu (4/6/2014)
Harianjogja.com, KULONPROGO-Jelang lebaran, pengerjaan proyek jalan jalur selatan dikebut agar segera dapat dilalui. Proyek perbaikan dan pelebaran ini dilakukan di jalan sepanjang tiga kilometer.
Harianjogja.com, BANTUL-Usai dinyatakan lulus mengikuti uji Kir berkala, kendaraan pengangkut barang bak terbuka jenis Mitsubishi Colt ludes terbakar saat melintas di jalan tanjakan Dusun Dodogan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Senin (2/6/2014).
Harianjogja.com, KULONPROGO-Berdasarkan reka ulang peristiwa (rekonstruksi) pembunuhan di areal Makam Satreyan, Pedukuhan Kenaran, Desa Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo, Senin (2/6/2014), setiap upaya perencanaan persiapan pembunuhan sinkron dengan berita acara pemeriksaan (BAP). Namun dari kabar yang beredar, pembunuhan tersebut berkedok ritual untuk memperoleh ilmu pengasihan.
Harianjogja.com, JOGJA-Muhammad Fauzi, siswa Kelas X Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB N) Pembina menjadi wakil DIY dalam lomba tari, kategori SLB ketunaan C (tuna grahita) pada Festival Lomba Seni Siswa tingkat Nasional (FLS2N) di Semarang, 1-5 Juni 2014.
Harianjogja.com, BANTUL-Pada Festival Peh Cun 2014, tradisi mendirikan telur di bidang datar merupakan kesempatan membuktikan ilmu astronomi kuno sekaligus ajang mencari hoki.
Harianjogja.com, JOGJA-Meski Raja Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X telah menyatakan ketegasannya perihal pilres 2014, tetapi adik Sultan, GBPH Prabukusumo menuturkan calon presiden Joko Widodo atau biasa disapa dengan nama Jokowi seperti keluarga.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Keluarga korban pembunuhan, Muhammad Adib Solekhan, 18, berharap tersangka, Madep Sapto Utomo, 19, warga Pedukuhan Kempong, Desa Banjaroya, Kalibawang mendapatkan hukuman yang setimpal.
Harianjogja.com, JOGJA – Raja Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali menyatakan kenetralannya perihal Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Tidak dapat menahan rasa emosi, rekan-rekan korban Muhammad Adib Solekhan, 18, mengamuk saat pelaksanaan reka ulang peristiwa (rekonstruksi) pembunuhan di areal Makam Satreyan, Pedukuhan Kenaran, Desa Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo, Senin (2/6/2014). Polisi harus memberikan tembakan peringatan berkali-kali untuk menenangkan situasi.