Apa Sih Beda Biro Perjalanan dan Agen Perjalanan?
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY mendorong pemerintah lebih memperhatikan travel agent atau biro perjalanan wisata di DIY. Termasuk mengawasi keberadaan agen perjalanan wisata.
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY mendorong pemerintah lebih memperhatikan travel agent atau biro perjalanan wisata di DIY. Termasuk mengawasi keberadaan agen perjalanan wisata.
Seiring dengan menguatnya minat investasi aset berisiko sehari setelah serangan rudal Iran terhadap fasilitas militer AS di Irak, rupiah berhasil menyentuh level tertingginya sejak Juni 2018 pada perdagangan Kamis (9/1).
Hotel Santika Premiere Jogja menutup 2019 dengan New Year Celebration, Under The Sea pada Selasa (31/12/2019). Tema ini dipilih untuk memperlihatkan komitmen hotel terhadap pelestarian lingkungan khususnya laut.
Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY, mengimbau masyarakat DIY, khususnya investor pemula untuk lebih memhami fundamental perusahaan sebelum membeli saham, agar terhindar dari saham gorengan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi, industri bioskop pada tahun ini diprediksi akan tetap tumbuh meski tidak cukup signifikan. Ini karena outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 diprediki tumbuh lambat di bawah target pemerintah, yaitu sekitar 4,8-5,1%.
Pada 2020 ini bisnis mebel dan kerajinan diyakini akan terus bertumbuh terutama dengan serius menggarap potensi pasar domestik.
Selama libur Natal dan Tahun Baru, perbankan DIY menarik uang sebesar Rp1,6 triliun. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan penarikan yang dilakukan pada Nataru tahun sebelumnya.
Salah satu organisasi warga keturunan Tionghoa di Jogja, Perhimpunan Budi Abadi atau Hoo Hap Hwee telah berdiri sekitar 110 tahun. Perhimpunan ini fokus pada kegiatan sosial untuk membantu sesama.
Warga keturunan Tionghoa memiliki berbagai prosesi pemakaman. Upaya ini merupakan wujud penghormatan kepada leluhur dan keyakinan adanya kehidupan selanjutnya setelah meninggal dunia.
Program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang digagas Bank Indonesia sejak akhir 2017 dianggap masih relevan untuk dilanjutkan pada 2020. Perbankan menilai kebijakan ini dapat mengefisienkan biaya.