NELAYAN GUNUNGKIDUL : Pengangkatan Kapal Karam Butuh Rp4,5 Miliar
<p><em><strong>Nelayan Gunungkidul</strong>, kapal karam segera ditangani</em></p>
<p><em><strong>Nelayan Gunungkidul</strong>, kapal karam segera ditangani</em></p>
<p><em><strong>DPRD Jogja</strong> mengkaji penggunaan mobil dinas</em></p>
<p><em><strong>Bandara Kulonprogo,</strong> pengosongan lahan mungkin akan diperpanjang.</em></p>
<p><em><strong>Kampus Jogja</strong> UII menjadi tuan rumah CENA Summer School 2017</em></p>
<p><em><strong>Pemkot Jogja</strong> berupaya menemukan solusi mengatasi kemiskinan</em></p>
<p><em><strong>Bunuh diri Gunungkidul</strong> perlu sebanyak-banyaknya dicegah</em></p>
<p><em><strong>Nelayan Gunungkidul,</strong> kapal karam segera ditangani</em></p>
<p><em><strong>DPRD Jogja</strong> mengkaji penggunaan mobil dinas</em></p>
<p><em><strong>Tradisi Gunungkidul</strong> kali ini berupa Reresik Kali Merti Embung</em><br /> <strong>Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL</strong> -- Bencana kekeringan selalu menjadi momok bagi sebagian warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. Namun cerita tentang kekeringan nyaris tak pernah terdengar di Dusun Ngipak, Desa Ngipak, Kecamatan Karangmojo yang memilliki sumber mata air yang tak pernah kering.</p>
<p><em><strong>Hotel di Jogja</strong> mungkin merasakan dampak dari kebijakan penghematan pemerintah</em></p>