BPJS : Direktur RSJ Minta Maaf
Harianjogja.com, JOGJA - Wakil Direktur Bidang Pelayanan RS Jogja, Agus Sudrajat meminta maaf kepada para pasien. Hal itu dilakukan karena singkatnya persiapan untuk pelaksaan BPJS.
Harianjogja.com, JOGJA - Wakil Direktur Bidang Pelayanan RS Jogja, Agus Sudrajat meminta maaf kepada para pasien. Hal itu dilakukan karena singkatnya persiapan untuk pelaksaan BPJS.
Harianjogja.com, JOGJA - Sejumlah pasien di Rumah Sakit Jogja mengaku bingung dengan penerapan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Padahal, mulai Rabu (1/1/2014), badan yang mengintegrasikan antara pemegang Jamsostek, Jamkesmas dan Askes itu sudah diterapkan.
Harianjogja.com, JOGJA-Panghageng Tepas Dwarapura Kraton, KRT Jatiningrat mengatakan, perhitungan pemberian honorarium itu mengikuti tradisi Kraton ketika Belanda berkuasa. Pendapatan dari sewa tanah-tanah Sultan oleh pemerintahan kolonial waktu itu, dibagikan sesuai dengan tonggak Kraton, mulai dari Sultan, keluarga besar, pangeran, dan para abdi dalem. “Haknya dari dulu seperti itu. Tapi mestinya yang aktif di Kraton berbeda dengan yang tidak,” ujar dia, Kamis (2/1/2014).
[caption id="attachment_478974" align="alignnone" width="370"] Sejumlah tabung gas 3 kg ditinggalkan pemiliknya saat menunggu kedatangan gas elpiji di Jl. Bhayangkara, Jogja, Kamis (2/2/2014). Mulai 1 Januari 2014, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga jual elpiji kemasan 12 Kg dengan rata-rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp3.959 per Kg. Besaran kenaikan di tingkat konsumen akan bervariasi berdasarkan jarak SPBBE ke titik serah (supply point). (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)[/caption]
Harianjogja.com, JOGJA-Meski sudah menerima gaji sebagai Raja Ngayogyakarta Hadiningrat dari dana keistimewaan, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku belum membelanjakan honor tersebut. Pasalnya, Sultan masih menunggu surat balasan dari Komisi Pemberantasa Korupsi perihal boleh tidaknya menggunakan dana sebesar Rp7,6 juta tersebut.
[caption id="attachment_478967" align="alignnone" width="370"] Ngadiyono (kanan) dari Gerakan Anti Korupsi (GAK) seorang diri menggelar aksi dengan membentangkan spanduk dukungan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jogja, Kamis (2/1/2014). Dalam orasinya ia memberikan dukungan kepada Kejati sekaligus kepada KPK untuk menuntaskan beragam kasus korupsi terutama di DIY, serta mengusulkan untuk memberikan hukuman mati kepada koruptor. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)[/caption]