HARIAN JOGJA HARI INI : Awas Tsunami 57 Meter
Harian Jogja Hari Ini edisi 3.460, Rabu Wage (4/4/2018)
Harian Jogja Hari Ini edisi 3.460, Rabu Wage (4/4/2018)
Nasib nahas menimpa Etik Rahayu, 40. Warga Kepek 1, Banyusuco, Playen ini harus meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan tunggal di jalan Gading-Playen, Dusun Tumpak, Ngawu, Playen, Rabu (4/4/2018) pagi.
Upacara pembukaan TMMD Reguler ke-101 Kodim 0734 Jogja akan digelar hari ini, Rabu (4/4/2018) di halaman Balai Kota Jogja. Gubernur DIY Sri Sultan HB X akan menjadi inspektur pada upacara tersebut.
Kunjungan wisatawan ke museum Jogja terus didongkrak. Beberapa upaya yang dilakukan adalah kerja sama dengan paket wisata dan menggaet komunitas untuk berkegiatan di dalamnya. Museum yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Museum Vredeburg dan Museum Dirgantara.
Kemacetan di Jogja semakin padat setiap harinya. Salah satu wisatawan mengeluhkan ketenangan mereka saat berkunjung ke Jogja karena suara kendaraan di Malioboro membuat suasana perbincangan menjadi terganggu. Meskipun begitu, tingkat kebisingan di Jogja masih dinilai normal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan Gunungkidul menggelar simulasi bencana di Desa Purwodadi, Tepus, Selasa (3/4/2018). Upaya itu sebagai pemantapan desa tanggap bencana.
Puluhan warga pesisir Pantai Siung nampak panik. Pasalnya, gempa tektonik berukuran 6,9 SR akibatkan tsunami yang kemudian menerjang desa mereka.
Sebuah panel pun khusus dibentuk untuk menentukan nasib rumah Lee Kuan Yew, yang telah meninggal dunia pada Maret 2015. Hal ini lantaran Rumah mantan Perdana Menteri (PM) Singapuraitu menjadi sumber perdebatan di antara anak-anaknya.
Pedagang Pasar Klithikan, Jogja mengeluhkan rentang waktu yang pendek dan bantuan alat yang minim. Hal itupun menjadi sorotan berbagai pihak.
Para pelaku usaha sparepart bekas di Pasar Klithikan mengeluhkan rentang waktu pelatihan peningkatan kualitas yang terlalu pendek. Selain itu, bantuan alat dari pemerintah dinilai minim dan tidak sesuai kebutuhan.