BADAI CEMPAKA : Guru dan Murid Bahu Membahu Selamatkan Dokumen Sekolah
<p><em>“Saya sukarela membantu sekolah agar dokumen yang dimiliki tidak rusak karena banjir"</em></p>
<p><em>“Saya sukarela membantu sekolah agar dokumen yang dimiliki tidak rusak karena banjir"</em></p>
<p><em>"Menggiring atau mengarahkan bebek, harus sabar. Kalau tidak, bebek malah akan bubar"</em></p>
<p><em>"Menggiring atau mengarahkan bebek, harus sabar. Kalau tidak, bebek malah akan bubar"</em></p>
<p><div dir="auto"><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto"><em>Suminem ditemukan dalam kondisi hidup</em></div><br /> </div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto"><strong>Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-</strong>Sepasang kakek nenek ditemukan tertimbun longsor di Alas Tangkil, Duet, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, Rabu (29/11/2017).</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">Kasi Pemerintahan Desa Purwodadi Suyanto mengatakan, korban Tukiran, 75 ditemukan meninggal tertimbun longsor sekitar pukul 08.00 WIB. Ia ditemukan bersama istrinya, Suminem, 70, yang tak jauh dari lokasi ditemukannya Tukiran.</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">Suminem ditemukan dalam kondisi hidup. "Suminem alami luka kaki dan patah tangan karena terjepit. Saat ini dirawat di RS Nurohmah Playen," ujar dia, Rabu (29/11/2017).</div></p>
<p><div dir="auto"><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto"><em>Suminem ditemukan dalam kondisi hidup</em></div><br /> </div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto"><strong>Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-</strong>Sepasang kakek nenek ditemukan tertimbun longsor di Alas Tangkil, Duet, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, Rabu (29/11/2017).</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">Kasi Pemerintahan Desa Purwodadi Suyanto mengatakan, korban Tukiran, 75 ditemukan meninggal tertimbun longsor sekitar pukul 08.00 WIB. Ia ditemukan bersama istrinya, Suminem, 70, yang tak jauh dari lokasi ditemukannya Tukiran.</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">Suminem ditemukan dalam kondisi hidup. "Suminem alami luka kaki dan patah tangan karena terjepit. Saat ini dirawat di RS Nurohmah Playen," ujar dia, Rabu (29/11/2017).</div></p>
<p><em>Usai dilantik, dirinya langsung ditempatkan di Komisi B</em></p>
<p><em>Usai dilantik, dirinya langsung ditempatkan di Komisi B</em></p>
<p><div dir="auto"><br /> <div dir="auto"><em>Status tersebut akan diberlakukan mulai hari ini hingga akhir Januari 2018</em></div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto"><strong>Harianjogja.com, JOGJA-</strong>Pemerintah Daerah (Pemda) DIY merespons berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini dengan mengeluarkan status siaga darurat bencana.</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">"Pak Gubernur [Sri Sultan HB X] berkenan untuk mengeluarkan pernyataan siaga darurat untuk memudahkan pelaksanaan di lapangan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi di Kompleks Kepatihan.</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">Status tersebut akan diberlakukan mulai hari ini hingga akhir Januari 2018. Status siaga darurat, sambungnya, bermakna semua pihak, baik para organisasi perangkat daerah dan masyarakat agar bisa saling bersinergsi satu sama lain dalam menangani bencana dan mengotimalkan segala potensi yang dimiliki.</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Krido Suparyitno menambahkan, status siaga darurat bisa saja dinaikkan menjadi tanggap darurat ketika jumlah kejadian bencana alam terus bertambah.</div><br /> </div></p>
<p><div dir="auto"><br /> <div dir="auto"><em>Status tersebut akan diberlakukan mulai hari ini hingga akhir Januari 2018</em></div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto"><strong>Harianjogja.com, JOGJA-</strong>Pemerintah Daerah (Pemda) DIY merespons berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini dengan mengeluarkan status siaga darurat bencana.</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">"Pak Gubernur [Sri Sultan HB X] berkenan untuk mengeluarkan pernyataan siaga darurat untuk memudahkan pelaksanaan di lapangan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi di Kompleks Kepatihan.</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">Status tersebut akan diberlakukan mulai hari ini hingga akhir Januari 2018. Status siaga darurat, sambungnya, bermakna semua pihak, baik para organisasi perangkat daerah dan masyarakat agar bisa saling bersinergsi satu sama lain dalam menangani bencana dan mengotimalkan segala potensi yang dimiliki.</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Krido Suparyitno menambahkan, status siaga darurat bisa saja dinaikkan menjadi tanggap darurat ketika jumlah kejadian bencana alam terus bertambah.</div><br /> </div></p>
<p><em>"Tidak ada libur"</em></p>