Duh, 1.457 Jamban di Kota Jogja Ternyata Tidak Layak
<p><em>Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Edy Muhammad menyebut dari total 131.516 jamban di Kota Jogja, sebanyak 1.457 jamban di antaranya tidak layak </em></p>
<p><em>Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Edy Muhammad menyebut dari total 131.516 jamban di Kota Jogja, sebanyak 1.457 jamban di antaranya tidak layak </em></p>
<p><em>Dinas Perhubungan Sleman menyasar kalangan akademisi untuk melakukan uji petik emisi kendaraan bermotor</em></p>
<p><em>Kementerian Agama (Kemenang) Bantul bersama dengan pihak-pihak terkait menyiapkan ambulan dan tenaga medis untuk menjemput jemaah haji yang tiba pada Jumat dan Sabtu (14-15/9/2017) mendatang</em></p>
<p><em>Sekitar dua ribuan motor vespa akan memadati Kota Jogja, Jumat (15/9) hingga Sabtu (16/9).</em></p>
<p><em>Sejumlah Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APILL) di wilayah Bantul mengalami kerusakan</em></p>
<p><em>Parwanto, 47 warga Dusun VII, Desa Garongan, menjadi korban pencurian, pada Kamis (14/9/2017)</em></p>
<p><em>Sedikitnya 16 kelompok petani, mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo</em></p>
<p><em>Berdomisili di lingkungan Kraton membuat Resky Noviana, desainer asal Jogja ingin mengembangkan budaya berpakaian tradisional Jawa</em></p>
<p><em>Kuota harian gas melon kemudian ditambah hingga 10%</em></p>
<p><em>Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja melayangkan surat peringatan pembongkaran untuk pengembang bakal hotel Grand Timoho </em><br /> <strong>Harianjogja.com, JOGJA</strong> -Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja melayangkan surat peringatan pembongkaran untuk pengembang bakal hotel Grand Timoho yang nekat melanjutkan pembangunan meski sudah disegel.</p>