HARIAN JOGJA HARI INI : Dana BBM untuk Beli HP dan Sate
Harian Jogja edisi Selasa (2/12/2014):
Harian Jogja edisi Selasa (2/12/2014):
Harianjogja.com, JOGJA—Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2014 membawa berkah bagi pedagang. Seusai pembukaan, pedagang mengaku langsung kebanjiran pembeli.
Sejumlah petugas kebersiahan mengangkut sampah di kawasan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2014 di Alun-alun Utara, Yogyakarta, Senin (01/12/2014). Perhelatan tradisi tahunan itu setiap harinya terkumpul satu truk sampah. Mulai besok diupayakan sedikitnya ada 20 petugas kebersihan yang akan menyapu dan mengangkut sampah dari kawasan sekaten.
Harianjogja.com, SLEMAN—Dua orang pengunjung salah satu pusat perbelanjaan di Sleman menjadi korban pencopetan, Minggu (30/12/2014) sore.
Harianjogja.com, JOGJA-Rombongan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Senin (1/12/2014) Komisi yang membidangi tenaga kerja dan transmigrasi ini ingin mengetahui kondisi buruh di DIY pascakenaikan harga bahan bakar minya (BBM) bersubsidi.
Harianjogja.com, SLEMAN - Sebanyak 85 siswa Sekolah Penerbang TNI AU mulai menjalani latihan survival dasar di JAZ Aero Wisata, Waduk Sempor, Gombong Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (2/12/2014) hari ini hingga Jumat (5/12/2014). Mereka dilatih untuk mendaratkan pesawat secara darurat di area musuh.
Harianjogja.com, BANTUL- Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk pembebasan lahan sebagai proyek jalur jalan lintas selatan (JJLS) dari kawasan Pandansimo sampai Sungai Progo.
Harianjogja.com, KULONPROGO-SDN Kalisari yang berlokasi di tepi Jalan Wates-Purworejo Km 9 dibobol maling, Senin (1/12/2014) dini hari. Sebanyak 21 unit komputer raib dan diperkirakan kerugian mencapai Rp210 juta.
Harianjogja.com, JOGJA- Komisi Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Jogja menyebutkan ada 60 kasus baru dalam satu semester, terhitung dari April hingga September, sehingga total kasus HIV/AIDS di daerah ini sebanyak 774 kasus.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kabag Kesra Desa Gari Wonosari Gunungkidul, Budi Antoro mengaku khilaf dan bersalah dalam proses pengurusan kelengkapan berkas persayaratan pernikahan.