MUDIK LEBARAN 2014 : Terminal Jombor Siapkan 250 Bus untuk Pemudik
Harianjogja.com, SLEMAN- Terminal Bus Jombor, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan sebanyak 250 bus untuk melayani para pemudik Lebaran 2014.
Harianjogja.com, SLEMAN- Terminal Bus Jombor, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan sebanyak 250 bus untuk melayani para pemudik Lebaran 2014.
Harianjogja.com, SEMARANG- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah membongkar praktik pembuatan kartu kredit menggunakan identitas palsu di Semarang.
Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika DIY memprediksi jumlah pemudik yang masuk di DIY pada tahun ini mencapai 1,5 juta dan 80%nya di antaranya dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang.
Harianjogja.com, JOGJA- Cuti bersama PNS pada lebaran tahun ini diwaspadai membuat puncak arus mudik terkosentrasi pada akhir pekan sebelum lebaran. Dishubkominfo DIY melakukan rekayasa simpang Jombor untuk mengatasi membludaknya kendaraan di 'pintu' masuk DIY itu.
Harianjogja.com, SEMARANG- Destrian Ristiyar Sandy Wijaya, bayi berusia 23 bulan asal Salatiga, Jawa Tengah yang tersiram kolak panas yang kini dirawat di RS St Elisabeth Semarang membutuhkan uluran tangan.
Harianjogja.com, JOGJA—Kejaksaan Tinggi DIY didesak untuk tidak main-main dalam menuntaskan dugaan korupsi hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia Bantul pada Persiba Bantul sebesar Rp12,5 miliar.
Harianjogja.com, SLEMAN - Polda DIY mengerahkan sekitar 2800 personel dalam operasi ketupat progo 2014 untuk mengamankan mudik lebaran. Operasi ini mulai digelar selama 16 hari sejak H-7 hingga H+7 lebaran Hari Raya Idul Fitri 2014.
Peribahasan hidup segan mati tak mau mungkin pantas untuk menggambarkan kondisi angkutan umum di Kulonprogo saat ini. Moda transportasi darat untuk angkutan desa tak lagi sejaya sepuluh tahun silam. Terminal sebagai salah satu tempat pemberhentian angkutan umum kian sepi. Berikut laporan wartawan Harianjogja.com Holy Kartika . S., Rabu (16/7/2014).
Harian Jogja edisi Jumat (18/7/2014):
Harianjogja.com, KULONPROGO—Gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kulonprogo khawatir tidak mampu memenuhi target yang harus disetor ke Bulog Divre DIY untuk program beras daerah (rasda). Penyebabnya, pada musim tanam pertama tahun ini, gapoktan hanya bisa menyetor 1.300 ton.