HARIAN JOGJA HARI INI: 2 Pekan, Malioboro Bebas Kendaraan
Harian Jogja edisi Sabtu (24/10/2020)
Harian Jogja edisi Sabtu (24/10/2020)
Hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Review (IPR) menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri kabinet pada setahun pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin secara umum masih di bawah 50 persen.
Kesadaran warga Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang dalam menghadapi Pandemi Covid-19 patut diteladani.
Seorang pedagang di objek wisata Embung Langensari, Gondokusuman, Jogja terpaksa harus menelan pil pahit. Uang yang berada di dalam tasnya raib digondol salah satu pembelinya. Uang jutaan rupiah yang dimiliki korban di dalam tas terpaksa harus berpindah tangan.
Pandemi Covid-19 membuat aktivitas manusia dibatasi. Keluar rumah disarankan hanya jika terpaksa. Warga diminta lebih baik di rumah saja. Tentu saja, ini bisa menimbulkan rasa bosan.
Kasus pembunuhan wanita bernama Yulia, 42, perlahan terkuak. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Wihastono menjelaskan detik-detik kedua pelaku menghabisi nyawa wanita wanita yang disebut-sebut kerabat Presiden Jokowi tersebut.
Asisten Profesor Martin Brandt, dari Departemen Geosains dan Manajemen Sumber Daya Alam Universitas Kopenhagen mengaku sangat terkejut melihat ada cukup banyak pohon yang benar-benar tumbuh di Gurun Sahara. "Karena hingga saat ini kebanyakan orang mengira hampir tidak ada," ungkapnya.
Memakai masker merupakan hal wajib bagi setiap orang di masa Pandemi Covid-19. Masker wajib dipakai terutama saat keluar rumah. Namun pakai masker berhari-hari nyatanya bikin kulit pengap dan meningkatkan risiko jerawat, ruam, dan gangguan kulit lainnya.rnrnMenurut dokter kulit terkemuka,
Kabar kematian tokoh anime Jepang Naruto masih menjadi pembahasan publik dunia maya. Rupanya, topik ini juga menarik perhatian pendakwah Ustaz Yusuf Mansur. Ia ikut berkomentar soal hebohnya kabar tersebut dan ia menuliskan kelakarnya soal kemaktian karakter ninja itu lewat sosial medianya.
Di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul memasang target partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) Bantul 2020 ini sebesar 82%. Target ini lebih tinggi dibanding kabupaten lainnya bahkan lebih tinggi dari target nasional sebesar 77,5%.