Tak Sekadar Gowes, Amazing Race Ajak Peserta Kenali Sumbu Filosofi Jogja
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Kegiatan pendampingan melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) tentang sistem keuangan sekolah oleh Tim Pengabdian Masyarakat UMY. (ist)
Harianjogja.com, JOGJA—Penyusunan laporan keuangan di lingkungan sekolah sangatlah penting, salah satunya adalah untuk meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraam keuangan sekolah. Sayangnya, pada beberapa sekolah hal ini kerap masih membutuhkan pendampingan.
Untuk itu Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tergerak untuk melaksanakan Pendampingan Penyusunan Buku Panduan Keuangan SD-SMP Muhammadiyah Kota Yogyakarta.
Dalam hal ini Tim UMY bermitra dengan PDM dan LPKK Yogyakarta selaku lembaga yang membantu Muhammadiyah dalam merancang perumusan kebijaksanaan pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan keuangan rutin dan program.
Kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) serta turut serta dalam pengimplementasian sistem keuangan sekolah. Tim yang terdiri dari dosen prodi Akuntansi UMY yakni Ietje Nazaruddin dan Wahyu Manuhara P. Kegiatan ini melakukan rangkain pertemuan baik secara daring (dalam jaringan) maupun secara langsung dengan LPPK.
Selama masa pengabdian, Tim UMY membahas mekanisme dan kerangka kerja bagi tim penyusun keuangan sekolah khususnya pada amal usaha Muhammadiyah di SD dan SMP.
Ada beberapa cakupan panduan keuangan yang dibuat oleh para tim penyusun keuangan di antaranya 1) Perencanaan; 2) Pelaksanaan Operasional Harian dan Pengendalian Keuangan; 3) Standar Akuntansi; 4) Standar Operating Prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Uang; 5) Pengelolaan Arsip; 6) Pelaporan Keuangan Sekolah.
Menurut Ietje, penerapan tata kelola keuangan dilakukan sebagai upaya agar pemanfaatan dana sekolah bisa menjadi lebih efektif dan efisien. Selain itu, penggunaan keuangan menjadi lebih transaparan, dan dapat meningkatkan akuntabilitas sehingga bisa meminimalisir adanya kemungkinan terjadi penyalahgunaan anggaran.
“Tata kelola keuangan merupakan mekanisme pengendalian yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan. Hal tersebut sejalan dengan tuntutan masyarakat agar lembaga pendidikan lebih bertanggung jawab, transparan, dan juga akuntabel dalam pengelolaan keuangan,” ungkapnya seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (10/8).
Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan pendampingan ini, harapannya akan ada peningkatan kesadaran akan pentingnya tata kelola keuangan sekolah.
Di samping itu, permasalahan yang terjadi saat melakukan penyusunan anggaran keuangan khususnya pada amal usaha Muhammadiyah di SD dan SMP di Jogja dapat terselesaikan. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Bayi gajah sumatra jantan lahir di Tesso Nilo diberi nama Ganesha. Ini merupakan anak keenam Lisa dari perkawinan dengan gajah liar.
Stok MinyaKita menipis? Pedagang Bantul bisa mengajukan pasokan ke Bulog dengan syarat NIB, KTP, email, dan nomor telepon.
Pedagang pasar Jogja menghadapi tekanan daya beli dan pedagang keliling. Disdag menyiapkan event, keringanan retribusi hingga live selling.
KPK menyebut Ombudsman dapat melaporkan dugaan pungli di lapas dan rutan jika data lengkap, termasuk temuan di Cibinong dan Pondok Bambu.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.