Belanja Warga RI Naik, Tabungan Menyusut, Utang Kian Membengkak
Belanja masyarakat RI masih tumbuh, tetapi tingkat tabungan melemah dan penggunaan pinjol, kartu kredit, serta paylater terus meningkat.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bertemu eks Gubernru DKI Jakarta Anies Baswedan di kediamannya, Selasa (25/10/2022)./ Twitter @aniesbaswedan
Harianjogja.com, JAKARTA — Partai Demokrat memberi kode akan segera mendeklarasikan bakal calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) yang diusung untuk Pilpres 2024.
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan, waktu kampanye untuk Pilpres 2024 sangat sempit, berbeda seperti Pilpres 2019 yang punya waktu banyak untuk memperkenalkan capres-cawapres.
“Perlu diingat ada perbedaan drastis waktu kampanye di Pilpres 2024 dan Pilpres 2019. Pas Pilpres 2019, waktu kampanye sangat panjang, hampir delapan bulan. Jadi, kalau capres-cawapres ditentukan dan diumumkan di saat-saat terakhir, masih ada waktu kira-kira delapan bulan untuk sosialisasi,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Minggu (8/1/2022).
BACA JUGA: Peroleh Nomor Urut 14, Demokrat Jogja Siap Jalankan Perintah AHY
Sementara itu, pada Pilpres 2024, dia menyebut waktu kampanye hanya selama 75 hari. Oleh sebab itu, akan sangat berisiko jika Demokrat mendeklarasikan capres-cawapres pada menit-menit terakhir sebelum pendaftaran.
“Jadi, kalau dulu di Pilpres 2019 baru last minute diumumkan, nama capres dan cawapres bisa jadi element of surprise. Nah, kalau sekarang, di Pilpres 2024, bisa jadi malah gol bunuh diri namanya, waktu terbatas untuk sosialisasi sosok capres-cawapresnya,” ujar Herzaky.
Herzaky juga menekankan pentingnya pengenalan sosok capres dan cawapres secepat mungkin kepada masyarakat. Bagaimanapun, lanjutnya, Indonesia sangat luas sehingga perlu sosialisasi intens.
“Belum sempat konsolidasi, sosialisasi, belum banyak dikenal publik di berbagai pelosok negeri, belum sempat naik elektabilitas sebagai pasangan, tahu-tahu sudah selesai waktu kampanye, tahu-tahu sudah masuk hari penghitungan suara. Ingat, Indonesia ini sangat luas,” ungkapnya.
Terkait nama capres-cawapres, dia mengungkapkan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), masih menjadi sosok yang paling banyak dibicarakan oleh kader Partai Demokrat.
“Dua nama yang saat ini mengemuka di Demokrat adalah Anies dan AHY. Belum ada nama lain. Ini aspirasi dari kader-kader kami, konstituen kami, masyarakat yang ditemui para pengurus dan anggota dewan kami di berbagai pelosok negeri,” jelasnya.
Sebagai informasi, pendaftaran capres dan cawapres akan dimulai pada Oktober 2023, sedangkan masa kampanye dimulai pada 18 November 2023 sampai dengan 10 Februari 2024.
Artinya, kini setidaknya Demokrat punya waktu sembilan bulan untuk deklarasi capres-cawapres sebelum didaftarkan secara resmi pada Oktober 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Belanja masyarakat RI masih tumbuh, tetapi tingkat tabungan melemah dan penggunaan pinjol, kartu kredit, serta paylater terus meningkat.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.