Bea Keluar Emas Nyaris Nol, Purbaya Ungkap Modus Eksportir
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
Megawati Soekarnoputri. /ANTARA FOTO-Fikri Yusuf
Harianjogja.com, com, JAKARTA – Partai NasDem membela diri meski tak mengusung kader sendiri jadi calon presiden (capres). Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawarti Soekarno Putri menyindir partai politik (parpol) yang tak mengusung kader sendiri jadi capres.
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan, tugas parpol lebih kepada mendorong tokoh terbaik bangsa untuk jadi pemimpin meski mereka bukan kader sendiri.
NasDem sendiri sudah mendeklasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres usungannya untuk Pilpres 2024.
BACA JUGA : Megawati: Pak Jokowi Kalau Tidak Ada PDIP, Kasihan Lho
“Tugas dan fungsi partai adalah memajukan setiap putra-putri terbaik. Itu stand point-nya,” ujar Willy saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/1/2023).
Malah, dia merasa sudah jadi suatu hal yang wajar jika sebuah parpol mengusung kader sendiri jadi capres. Sebaliknya, akan jadi luar biasa jika sebuah parpol mengusung tokoh yang tak berasa dari internal partai.
“Itu ada sacrifice [pengorbanan] di sana [susung tokoh di luar partai]. Bayangkan cerita yang lazim kita temukan di dalam politik kita, orang mendirikan partai untuk mendapatkan sebuah jabatan,” jelas wakil ketua Badan Legislatif DPR itu.
Dia mengatakan malah sekarang banyak elite yang membangun parpol untuk dirinya mencapai kekuasaan. Oleh sebab itu, menurutnya, langkah Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengusung Anies patut diapresiasi.
BACA JUGA : Rizal Ramli Puji Megawati yang Tak Mau Presiden 3 Periode
“Jadi Pak Surya berpolitik out of the box [di luar kebiasaan]. Pak Surya berpolitik tidak biasa-biasa saja,” ungkap Willy.
Sindiran Megawati
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku bingung dengan perpolitikan Indonesia saat ini karena ada parpol yang tak mengusung seorang capres yang bukan kadernya sendiri.
Mega mengatakan, dirinya curhat perihal hal itu kepada putrinya yang juga ketua DPR saat ini, Puan Maharani.
"Aku bilang ke Mbak Puan, 'orang berpolitik sekarang, kok gitu ya? Emangnya enggak punya kader sendiri?'," ujar Mega saat memberikan pidato di HUT Ke-50 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023).
Menurut Mega, kini masyarakat memandang negatif parpol karena tak berani mengusung kadernya maju ke ajang pemilu.
"Ya kan kalau kayak gini konatasinya sepertinya partai enggak punya kader. Pemilu itu ada, calon ittu harusnya ada," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Sekjen Gerindra Sugiono mengumpulkan sekjen parpol KIM di Jakarta untuk memperkuat komunikasi politik dan refleksi pemerintahan Prabowo.