83.757 Warga Gunungkidul Alami Kekeringan, Target Bantuan Air Menyusut
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — KPU Gunungkidul bakal melakukan pemutakhiran data pemilih mulai 12 Februari-14 Maret 2023. Total petugas pencocokan dan penelitian (coklit) yang dibutuhkan adalah sebanyak 2.816 orang.
Anggota KPU Gunungkidul, Supami mengatakan, tahapan pemutakhiran data pemilih sudah disusun. Adapun sekarang masih dalam proses rekrutmen petugas coklit yang akan melakukan verifikasi dan validasi data calon pemilih dari rumah ke rumah. “Sudah dibuka pendaftarannya yang berlangsung hingga 31 Januari 2023,” katanya, Jumat (27/1/2023).
Dia menjelaskan, total kebutuhan petugas coklit didalam pemutakhiran data pemilih sebanyak 2.816 orang. Jumlah ini disesuaikan dengan proyeksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Gunungkidul dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
Supami berharap warga Gunungkidul bisa berpartisipasi untuk menjadi petugas coklit dalah tahapan pemilu dengan mendaftar di kantor PPS di masing-masing kalurahan. Adapun persyaratannya, minimal berusia 17 tahun, berpendidikan minimal SMA atau sederajat, sehat jasmani dan rohan serta tidak berafiliasi dengan partai politik yang dibuktikan dengan membuat surat pernyataan. “Bagi yang berminat silahkan mendaftar karena ini bagian dari menyukseskan penyelenggaraan pemilu,” katanya.
BACA JUGA: 621.284 Warga Gunungkidul Berhak Mencoblos di Pemilu 2024
Ditambahkan dia, rekrutmen petugas coklit dapat berjalan dengan lancar serta bisa dilantik pada 6 Februari 2023. Setelah itu, petugas terpilih akan melakukan verifikasi dan validasi data pemilih mulai 12 Februari hingga 14 Maret 2024. “Hasil coklit di lapangan ini nantinya menjadi dasar untuk penetapan daftar pemilih sementara Pemilu 2024,” katanya.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, untuk data calon pemilih dalam Pemilu 2024, sudah memiliki daftar yang dilakukan pemutakhiran setiap bulannya. Data ini mengacu pada Daftar Pemilih Tetap di Pilkada 2020. Hingga Oktober 2022, jumlah pemilih berkelanjutan di Gunungkidul sebanyak 600.449 jiwa.
Selain itu, ada juga Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari KPU RI yang mengacu pada data kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri. Berdasarkan DP4 yang diterima KPU Gunungkidul jumlahnya sebanyak 621.410 jiwa. “Memang ada dua data untuk calon pemilih. Ini bukan masalah karena keduanya sudah diselaraskan,” kata Hani.
Menurut dia, hasil penyelerasan antara daftar pemilih berkelanjutan dengan DP4 diketemukan jumlah calon pemilih Gunungkidul di Pemilu 2024 sebanyak 621.284 jiwa. “Memang ada yang tidak memenuhi syarat sebanyak 126 orang sehingga datannya dihapuskan. Hasil ini nantinya menjadi dasar untuk pemutakhiran data pemilih oleh petugas coklit di lapangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang