Beras dan Cabai Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Gunungkidul
Inflasi Gunungkidul September 2026 mencapai 0,24%. Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar inflasi.
Ilustrasi Pemilu/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—KPU Gunungkidul memastikan proses pencocokan dan penelitian data calon pemilih sudah selesai pada Selasa (24/3/2023). Rencananya, penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) akan ditetapkan akhir bulan ini.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, proses pemutakhiran data pemilih berlangsung mulai 12 Februari hingga 14 Marer 2023. Sesuai dengan jadwal yang telah disusun, proses coklit di Gunungkidul telah berakhir.
Meski demikian, ia mengaku belum bisa memaparkan hasil verifikasi dan validasi ini. Hani berdalih, tim PPS di kalurahan dan PPK di Kapanewon masih dalam proses penyusunan data hasil coklit.
BACA JUGA : Waduh...Bawaslu Bantul Temukan Pelanggaran Prosedur Coklit
“Masih proses dan rencananya baru selesai sekitar 20 Maret mendatang,” kata Hani, Rabu (15/3/2023).
Menurut dia, hasil coklit akan dilaporkan secara berjenjang mulai dari tingkat kalurahan, kapanewon hingga kapanewon. Adapun penyusunan data pemilih hasil coklit akan menjadi dasar penetapan DPS Pemilu 2024.
“Sudah ada jadwalnya dan kami targetkan DPS sudah ditetapkan di akhir bulan ini,” katanya.
Anggota KPU Gunungkidul Supami menambahkan, proses coklit data pemilih melibatkan sebanyak 2.816 petugas. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dimiliki, setiap petugas wajib mendata dan memverifikasi calon pemilih dari rumah ke rumah secara langsung.
BACA JUGA : KPU Gunungkidul Optimistis Coklit Data Pemilih Selesai Tepat Waktu
Total ada 621.410 jiwa yang harus diteliti. Tahapan ini, selain untuk proses penepatan DPT, coklit dilakuan untuk memastikan data pemilih yang akurat sehingga tidak menimbulkan masalah dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.
“Semua berjalan dengan lancar. Tapi, untuk penetapan DPT masih harus melalui proses yang panjang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Inflasi Gunungkidul September 2026 mencapai 0,24%. Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar inflasi.
Sugiono resmi dilantik menjadi Menko PMK dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Simak sejumlah capaian Sugiono selama menjabat Menlu.
Per 1 Oktober 2026, belum ada gerai KDMP di Kulonprogo yang beroperasi. Verifikasi dan validasi bangunan masih berlangsung.
Bahlil Lahadalia mengatakan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dibentuk untuk mempercepat eksekusi target hilirisasi dan transisi energi.
PT Virgo Karya Shipping memberikan pendampingan hukum kepada nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sarmuji resmi menjadi Menperin menggantikan Agus Gumiwang. Kadin meminta empat persoalan industri segera menjadi perhatian.